Maksimalkan SDM Pengelola Koperasi

21
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli, Drs. I Dewa Gede Suparta, M.M

Bangli (Bisnis Bali) – Kinerja koperasi terus dipacu agar mampu berkembang pesat. Salah satunya diarahkan agar semua sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi terus ditingkatkan. Dengan jalan aktif mengikuti seminar, workshop, pelatihan dan pendidikan serta lainnya.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Nakertrans Kabupaten Bangli, Drs.  I Dewa Gede Suparta, M.M., Minggu (3/9) di Bangli mengatakan, dalam perkembangan zaman seiring dengan makin canggihnya teknologi membuat persaingan makin ketat. Termasuk di sektor koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Untuk mampu bersaing, sedini mungkin harus dipersiapkan SDM dengan matang.

”Pengurus selaku pengelola koperasi wajib siap dan matang dalam membuat tatakelola manajemen usaha. Baik dalam koperasi maupun manajemen usaha bagi pelaku UMKM. Bukan hanya aktif mengikuti pendidikan dan pelatihan saja, namun pemerintah saat ini sudah memiliki program pendidikan standar. Dengan mewajibkan setiap tenaga kerja memiliki sertifikat kompeten. Dengan kompetensi yang dimiliki sudah siap bersaing dengan tenaga kerja lainnya,” kata Dewa Gede Suparta sambil menegaskan SDM internal dalam koperasi termasuk pengawas dan anggota. Karena kerja dan peran  pengawas internal sangat diperlukan. Pengawas koperasi yang mampu melaksanakan peran dengan baik mampu mendorong perkembangan koperasi. Hanya saja, kemampuan pengawas perlu juga ditingkatkan, sehingga dapat melakukan pengawasan dengan tepat dan benar.

Menurut Dewa Suparta, ‎di Kabupaten Bangli jumlah koperasi sebanyak 223 unit. Dari jumlah tersebut umumnya simpan pinjam. Maka itu perlu pengawasan internal yang berperan aktif. Sehingga kinerja koperasi lebih terarah dan koperasi dapat berjalan dengan baik. Namun, masih ada koperasi yang tidak diawasi pengawas internal. Pasalnya pengetahuan pengawasan tidak dimiliki, maka peran pengawas sangat rendah. Sementara UMKM jumlahnya belasan ribu lebih banyak bergerak di sektor perdagangan, pertanian, kerajinan dan jasa lainnya.

”Untuk koperasi, kami akui pengawas internal koperasi banyak yang tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Maka kami harapkan pengawas internal perlu diberikan pendidikan melalui diklat peningkatan SDM. Kami juga sudah berusaha memberikan diklat. Namun karena anggaran terbatas, kami harapkan pengawas internal, pengurus, pengelola dan anggota serta UMKM mengikuti diklat swadaya,” kata Suparta sambil mengakui selama ini yang umum mengikuti diklat adalah pengurus koperasi selaku pengelola unit usaha koperasi.

Ditambahkan, ‎mengenai SDM Pengawas koperasi ampai saat ini masih ada berpendapat pengawas koperasi hanya sebagai pelengkap kepengurusan saja. Padahal, pengawas memiliki peran sangat penting. Pengawas mestinya mampu melakukan pengawasan kepada kinerja koperasi yang dijalankan pengurus atau pengelola. Kinerja yang mendapat kawalan pengawasan dari pengawas akan berjalan dijalur yang benar. Jika ada pengelola menjalankan koperasi di luar aturan, maka pengawas akan menegurnya, sehingga kembali ke rel yang benar. (sta)