Balac Konsisten Gelar Festival Layang-layang

49
Ratusan peserta dari berbagai komunitas layang-layang di Bali memamerkan Kebolehan menaikkan layang-layang di Pantai Masceti, Blahbatuh, Gianyar Sabtu (2/9) lalu. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Belega Layang-layang Club (Balac) menunjukkan konsistensinya menggelar festival layang-layang. Di tahun ke-5 penyelenggaraannya, ratusan peserta dari berbagai komunitas layang-layang di Bali memamerkan Kebolehan menaikkan layang-layang di Pantai Masceti, Blahbatuh, Gianyar, pada Sabtu (2/9) lalu.

Ketua panitia Balac, I Komang Elen Juniadi mengatakan, Balac dijadikan sebagai wadah silaturahmi diantara penghobi layang-layang dan masyarakat umum. Di era modern saat ini, masyarakat mempertahankan budaya gotong-royong yang banyak tantangannya. Melalui festival ini, diharapkan kelestarian budaya tradisional Bali dapat terjaga.

“Di sini kami ingin belajar arti budaya, dipadukan sportivitas dalam persaingan,” ucapnya.

Ia melanjutkan, festival tahun ini mengambil tema Karma Tanpa Pale Aku Palania yang berarti berbuat ketulusan tanpa berharap imbalan, karena ketulusan tanpa berharap hasil merupakan ketulusan abadi.
Apresiasi masyarakat terhadap teman-teman yang ngayah selama 3 bulan terakhir dalam menyukseskan festival layang-layang sangat tinggi. “Sasaran kami adalah kegiatan sosial, tanpa niat untuk menargetkan laba, seluruh hasil dari lomba kami upayakan untuk punia dalam merenovasi Pura Prajapati di Desa Belega,” ucapnya.

Kategori lomba mencakup tiga kelompok, yaitu remaja dengan jenis layangan Bebean dan Pecukan dengan ukuran lebar maksimal 320 cm, diikuti 248 layang-layang. Kemudian, kategori anak-anak menaikkan layang-layang kreasi bebas untuk SD dan SMP, terlibat sebanyak 12 peserta, dan terakhir kategori dewasa memperlombakan layang-layang bebean, pecukan, janggan, dan layang-layang kreasi, dengan ukuran lebar maksimal 4.500 cm, diikuti 528 peserta.
Kriteria yang menjadi catatan juri nanti meliputi kerapian, elog, guangan, keharmonisan. Diskualifikasi berlaku bila ukuran layang-layang melebihi kapasitas yang sudah diputuskan. Penilaian tidak dilakukan pada saat dinaikkan dan diturunkan saja, tetapi juga dinilai oleh juri pengintai yang berada di jalan raya.

“Peserta bersama diharapkan menjaga ketertiban lalu lintas,” tegasnya. Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengaku sangat salut atas semangat komunitas Balac dalam menggelar festival layang-layang.

Sebab, festival budaya ini sangat penting nilainya dalam upaya menjaga citra pariwisata budaya. Tak hanya itu, dia juga menjanjikan bantuan penuh agar lomba berlangsung lebih meriah di tahun berikutnya.

“Tahun depan, saya akan gelontorkan 100 juta rupiah untuk lomba ini,” ucapnya diiringi tepuk tangah meriah dari peserta.

Mahayastra berharap, lomba berikutnya dapat dikemas lebih heboh, dengan melibatkan unsur pariwisata terkait. Bila perlu, Dinas Pariwisata Gianyar melakukan promosi ke hotel-hotel dan akomodasi pariwisata lainnya, agar mereka dapat hadir menyaksikan langsung, dan mengenal budaya tradisional yang dimiliki oleh Bali, khususnya Gianyar.

“Saya tugaskan Diparda untuk mengkaji konsep tersebut saya optimis pasti beliau mampu,” katanya. (kup)