CRABT Gelar Konser untuk Motivasi Musisi Muda Tabanan

65
APRESIASI - Konser CRABT Humanity mendapat apresiasi dari ratusan penggemar music rock dan blues lawas. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Musik di Kabupaten Tabanan kembali bergeliat setelah sejumlah musisi senior yang tergabung dalam komunitas Clasik Rock and Blues Tabanan (CRABT) “turun gunung” dengan menggelar mini konser bertajuk “CRABT Humanity”, Sabtu (2/9) di Wantilan Dewarra.

Konser yang dimulai Pk. 20.00 Wita ini dihadiri ratusan pecinta musik classic rock and blues serta para musisi senior dan yunior asal Tabanan.

Dalam sambutannya musisi senior Ngurah Ari salah satu pemrakarsa terbentuknya CRABT mengatakan, seiring waktu berjalan, usia kami sudah hampir 50 tahun, ia berharap kegiatan malam ini bisa memotivasi generasi muda dengan aliran atau genere musik apa pun.

“Cuma malam ini kami memulainya dengan nuansa kegiatan reunian, temu kangen dengan teman-teman lama. Kita kumpul bersama untuk memotivasi generasi muda yang punya bakat musik dan setelah kumpul ternyata di Tabanan banyak musisi muda yang memiliki bakat yang luar bisa,” kata Ngurah Ari.

Sambungnya, pihaknya tidak berhenti pada kegiatan hari ini saja, tetapi kedepan berharap muncul masukan-masukan khususnya di bidang seni dan musik. Mudah-mudahan acara ini turut membangkitkan gairah para musisi di Kab. Tabanan.

Hal senada juga diungkapkan Ketut Yuda musisi senior asal Tabanan yang mendukung terbentuknya CRABT mengatakan, CRABT bukan sebatas Rock dan Blues tetapi nantinya bisa menjadi wadah komunikasi musisi lintas generasi. Sebagai golongan “Jelita” (Jelang Lima Puluh Tahun) mungkin poyek ini bisa jadi cikal bakal bagi senior untuk membimbing generasinya, kemudian membuat event-event untuk membangun kreativitas khususnya bagi remaja dan generasi muda Tabanan.

Paparnya, meski berawal dari Kediri bukan berarti Kediri menjadi hal yang pokok, tetapi melalui konser CRABT Humanity kali ini mau disampaikan bahwa Tabanan juga bisa, Tabanan punya nilai, Tabanan bisa menjual,” kata Yuda.

Menurut Yuda, dengan semangat dan kreativitas yang kita punya, nanti kita bisa tampil di kancah yang lebih besar lagi, hari ini dimulai dari kepanitian CRABT sebagai senior selanjutnya terus bergerak ke bidang-bidang lainnya, seperti kegiatan sosial budaya sehingga makna kegiatan kreativitas bukan sekadar kumpul-kumpul, tetapi punya nilai tambah dan mampu memberi masukan yang lebih luas kepada masyarakat Tabanan.

“Malam ini kita berkumpul antara senior dan yunior dan bermain musik kembali sehingga mengingatkan saya saat masa SMA dulu suka jingkrak-jingkrak, tetapi saya tegaskan apapun bentuknya kita harus feace, jangan identikkan rock dengan keributan, rock harus membawa kedamaian,” tegas Ketut Yuda.

Sementara itu, Panitia Penyelenggara Gung Arya mengungkapkan, sejumlah penggemar musik Classic Rock dan Blues menggagas terbentuknya sebuah wadah yaitu  Clasik Rock and Blues Tabanan (CRABT) yang dideklarasikan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-72 pada tanggal 17 Agustus 2017 lalu di Wantilan Dewara Tabanan.  Malam ini melalui mini konser yang perdana, coba sosialisasikan keberadaan CRABT ke kalangan yang lebih luas dengan embel-embel “CRABT Humanity” yang berarti kumpulan penggemar musik yang sejiwa.

“Kami menyelenggarakan mini konser ini dengan patungan dan menjual baju kaos dan diharapkan bisa membangkitkan kenangan terhadap lagu-lagu rock dan blues lama yang dimainkan oleh anak-anak muda generasi sekarang,” kata Gung Arya. (man)