Sidak di Tabanan Dirjen PB Apresiasi Budi Daya Lele Sistem Biofloc

47
Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjako (pakai topi) saat melakukan sidak di Tabanan. (man) 

Tabanan (Bisnis Bali) – Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (Dirjen PB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proyek percontohan budi daya lele sistem biofloc di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Kabupaten Tabanan.

Sidak menyasar kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Lele Mandiri Banyupinaruh” di Banjar Kelembang, Desa Rejasa, Kecamatan Penebel, Tabanan.

“Saya datang secara mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ternyata proyek percontohan budi daya lele sistem biofloc yang diberikan pada 2016 lalu berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif di masyarakat,”  tutur Slamet Soebjakto, di sela-sela melakukan sidak, Kamis (31/8).

Ia menerangkan, pihaknya memberikan apresiasi positif terhadap perkembangan budi daya ikan lele sistem biofloc di Kabupaten Tabanan. Terkait hal itu pihaknya meminta agar budi daya lele sistem bioflok bisa terus dikembangkan oleh kelompok.

Selain itu, mendatang diharapkan budi daya lele sistem biofloc bisa dipadukan dengan budi daya sistem Bumina dan Yumina, sehingga ada keterpaduan dengan tanaman buah maupun sayuran.

Slamet menjelaskan, budi daya ikan lele sistem biofloc akan terus dikembangkan di Indonesia karena sistem tersebut terbukti memiliki sejumlah keunggulan. Yakni, selain memberikan FCR rendah, produktivitas lele juga bisa lebih meningkat.

“Perkembangan teknologi biofloc luar biasa. Sekarang akan kita kembangkan terus untuk peningkatan produksi lele sekaligus peningkatan konsumsi ikan dan gizi masyarakat,” ujarnya. (man)