Rute Baru Penerbangan Dibuka, Ekonomi Dipastikan Menggeliat

54
Aktivitas di bandara. (aya)

Belakangan ini sebagian maskapai berlomba membuka rute baru dengan jadwal dan tujuan yang berbeda-beda. Pembukaan rute baru tersebut diharapkan membantu pertumbuhan ekonomi di tempat tujuan, terutama di sektor pariwisata.

MENURUT Commercial Director NAM Air Franky Can, di Denpasar, mulai 9 September 2017, NAM Air membuka penerbangan dari Denpasar menuju Bima (Nusa Tenggara Barat) dan Denpasar-Tambolaka (Nusa Tenggara Timur) setiap hari sekali penerbangan. “Rute penerbangan ke dua wilayah tersebut akan kami layani dengan pesawat Boeing 3737-500 yang mempunyai kapasitas 120 tempat duduk, terdiri atas 112 tempat duduk ekonomi dan 8 tempat duduk eksekutif,” ujarnya.
Lanjut Franky, untuk rute Denpasar-Bima, penerbangan dari Denpasar diberangkatkan pukul 09.55 wita dan tiba di Bima pukul 11.00 wita. Sementara penerbangan dari Bima akan diberangkatkan pukul 11.40 wita dan tiba di Denpasar pukul 12.35 wita. Untuk rute Denpasar-Tambolaka berangkat pukul 13.10 wita dan tiba di Tambolaka pukul 14.00 wita. Sebaliknya dari Tambolaka ke Denpasar berangkat pukul 08.30 wita dan sampai pukul 09.20 wita.
Menurut Franky, saat ini  Sriwijaya Air Group mengoperasikan 52 pesawat jenis Boeing dan ATR dan melayani 59 kota tujuan domestik dan regional. “Kami menargetkan 2017, Sriwijaya Air Group memiliki 60 pesawat yang tidak saja melayani wilayah Indonesia Timur juga Indonesia Barat,” ungkapnya.

Soal pertumbuhan, dikatakan Franky, rata-rata antara 10-15 persen. Pada 2015, Sriwijaya Air telah menerbangkan 9,2 juta penumpang reguler, meningkat 11,5 juta  2016 dan 2017 ini ditarget 13 juta penumpang. “Jumlah itu belum termasuk penerbangan carter yang tahun lalu mencapai 600 ribu dan tahun ini kami target hingga satu juta penumpang,” jelasnya. Pihaknya optimis target itu tercapai karena semester I tahun ini sudah diterbangkan sekitar 7 juta lebih. Pihaknya akan menambah pesawat lagi hingga seluruhnya 60 unit.
“Sriwijaya Air juga sangat mengutamakan keselamatan. Kalau safety sampai terganggu, kami lebih baik tak terbang,” tandasnya.
Sementara Senior Manager Cerporate Communication Sriwijaya Air Group Agus Soedjono menambahkan, penerbangan dari Bima ke Denpasar akan terkoneksi dengan penerbangan ke kota-kota besar lain yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Labuan Bajo dan Makassar. Penerbangan dari Tambolaka ke Denpasar akan terkoneksi dengan penerbangan ke Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Maumere, Waingapu, Labuan Bajo dan Makassar. Agus mengatakan, pembukaan rute dari dan ke Bima dan Tambolaka tersebut dikarenakan potensi dua kota yang sangat besar baik dari sisi bisnis maupun pariwisata. Pembukaan rute ini diharapkan juga bisa meningkatkan perekonomian di daerah Bima dan Tambolaka. Agus juga berterima kasih kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan yang telah membantu dalam hal kemudahan pemberian izin dan slot penerbangan sehingga pembukaan rute ini bisa terlaksana dengan sukses. “Kami juga berterima kasih pada Kementerian Perhubungan yang telah membantu dalam hal penguatan dan peningkatan safety, security dan services sehingga Sriwijaya Air dapat melayani masyarakat dengan baik,” pungkasnya.
Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Rusia, Mohammad Wahid Supriyadi mengatakan, pemerintah Indonesia berencana membuka rute penerbangan langsung menuju Moskow, Rusia. Penerbangan melalui rute Denpasar dalam waktu dekat.
“Kami bersama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) terus mempersiapkan pembukaan rute penerbangan langsung ke Moskow,” kata Wahid
Rute Denpasar-Moskow ini rencananya diberlakukan dengan frekuensi terbang tiga kali dalam sepekan. Durasi penerbangannya, kata Wahid, diperkirakan mencapai 11 jam.
Rute baru tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif perjalanan ke Rusia dari Indonesia yang sebelumnya harus ditempuh selama 20 jam. “Diharapkan pembukaan rute penerbangan langsung ini bisa menarik makin banyaknya wisatawan Rusia yang datang ke Indonesia,” tuturnya. (aya)