Masalah Sosial Berpotensi Redupkan “Branding” Bali

45
REDUP - Bertambahnya penduduk dan permasalahan sosial, dikhawatirkan akan berpotensi meredupkan "branding" Bali. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Bali sudah dikenal dunia internasional sebagai destinasi yang menampilkan daya tarik alam dan budaya yang unik. Ketua INCCA Bali, IB. Surakusuma, Jumat (1/9) mengatakan, bertambahnya jumlah penduduk dan permasalahan sosial berpotensi meredupkan branding Bali.

Ia mengungkapkan, nama Bali memang benar  merupakan branding yang kuat. Sejauhmana nama Bali sudah dikenal dunia. Nama Bali posisinya sampai saat ini sangat kuat. Sementara ini perkembangan Bali yang begitu pesat dan kurang terarah bisa menjadi bumerang ke depannya. Contohnya, pertumbuhan penduduk terutama akibat bertambahnya para pendatang tidak terkontrol.

Dipaparkannya, pertumbuhan fisik seperti rumah-rumah, bangunan yang tidak mencerminkan ciri Bali. Bangunan di Bali sudah banyak yang tidak berpegang kepada konsep filsafat Bali seperti Tri Kaya Parisuda, Tat Twam Asi dan lainnya.

Lebih lanjut dikatakannya, lahan di Bali sudah banyak digerus oleh perkembangan jumlah penduduk.

Pertambahan jumlah penduduk mendorong diperlukannya lahan-lahan baru. Ini banyak bertentangan dengan konsep Asta Kosala Kosali.

Bertambahnya jumlah penduduk, makin berkurang ruang hijau tentunya akan mengurangi aura Bali ke arah modernisasi. Hal ini tentunya berbeda dengan adat tradisi Bali.

Menurutnya, tagline Bali yang dipuja-puja makin memudar. Tagline The Island of God akan tergerus oleh ciri dan aura komersialisasi.

Pemerintah seharusnya melihat ini. Belum lagi, rencana-rencana yang akan memakai Bali sebagai jembatan darat menuju Nusa Tenggara Timur. (kup)