Denpasar (Bisnis Bali) Pemkot Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar tidak mau bermain-main dengan para pencemar lingkungan, dengan terus mengadakan sidak kebersihan.

Kali ini tertangkap 10 orang pelanggar kebersihan dan langsung menjalani Sidang Yustitia Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang digelar pada Kamis (31/8), di Balai Banjar Kaja, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan. Selain membuang sampah sembarangan, kali ini pembuang limbah kotoran ternak babi ke sungai juga di tindak tegas.

Penindakan ini dilakukan setelah adanya laporan masyarakat mengenai adanya pencemaran sungai dengan limbah kotoran ternak babi ke sungai di kawasan  Jalan Hayam Wuruk. Demikian disampaikan Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLHK Kota Denpasar, I Ketut Adi Wiguna, saat di temui di sela-sela sidang.

Lebih lanjut Adi Wiguna menjelaskan, pada awalnya Tim gabungan yustitia DLHK Kota langsung menelusuri dan menertibkan pelanggar limbah kotoran babi tersebut pada  30 Agustus 2017 lalu, yang bertempat di Jalan Hayam Wuruk, Gang Tirta Denpasar.

Dari hasil penertiban tersebut di dapatkan bukti-bukti bahwa pencemaran limbah kotoran babi yang sengaja dibiarkan mengalir ke sungai.

Selain itu, pemilik ternak juga melanggar karena sudah memiliki ijin ternak dalam jumlah yang banyak yakni sebanyak 50 ekor babi. Dengan hasil bukti-bukti dan saksi yang ada, pemilik ternak yakni I Kadek Raun Puspa Wijaya asal Nusa Penida langsung disidik.

Selanjutnya di sidang tipiring saat ini.  Sidang Tindak Pidana Ringan  ini di pimpin Hakim I Ketut Suarta, S.H., M.H. dan menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar Rp 1,5 Juta atau hukuman 3 bulan kurungan kepada Kadek Puspa, serta denda sebesar Rp 500 ribu bagi pelanggar yang membuah sampah sembarangan.

Sidang Tipiring ini dilaksanakan untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat sadar dan ikut menjaga kebersihan lingkungannya sendiri selain juga untuk memasyarakatkan Perda No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum di Kota Denpasar.

 “Pelaksanaan sidang ini bukan semata-mata untuk menghukum masyarakat, akan tetapi kami mengajak masyarakat untuk ikut memelihara kebersihan lingkungan khususnya di Kota Denpasar dan ini juga merupakan bagian dari revolusi mental di bidang kebersihan, agar tidak lagi membuang sampah secara sembarangan, baik itu dijalan maupun sungai,” ungkapnya.(sta)