Betutu Kendil Jadi Wisata Kuliner Baru di Buleleng

30
"Betutu Kendil" kuliner khas Buleleng Bali  (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) –  Sebagaimana kita ketahui banyak menu makanan khas menjadi tujuan wisata kuliner oleh wisatawan asing. Seperti halnya ayam betutu, hingga kini pesonanya mampu menarik selera banyak orang.

Tidak heran hidangan ayam betutu seringkali dihidangkan di berbagai hotel – hotel mewah sebagai salah satu hidangan khas Bali bagi tamu undangan khususnya warga negara asing. Tidak terkecuali kuliner ayam betutu yang ada di Gubuk Relax salah satu rumah makan di Buleleng tepatnya di kawasan Surapati Singaraja. Menyajikan olahan betutu yang berbeda dari biasanya atau yang lebih dikenal dengan “Betutu Kendil”.

Olahan betutu kendil ini kini cukup populer karena sesuai dengan namanya olahan ayam betutu menggunakan kemasan berupa kendil yang bisa langsung dibawa pulang sebagai oleh – oleh. Bahkan kelebihan yang bisa didapat dari olahan betutu kendil ini adalah bisa bertahan hingga dua sampai tiga hari, tentu menggunakan resep dan cara tersendiri agar betutu kendil ini bisa dijadikan oleh – oleh bagi wisatawan sehingga  tak hetan permintaan betutu kendil ini di pasaran sangatlah tinggi.

Tingginya peminat betutu kendil ini menjadikan usaha kuliner di Buleleng menjadi sebuah ladang usaha yang sangat menjanjikan. Selain itu banyaknya masyarakat hingga wisatawan yang penasaran untuk mencoba olahan betutu kendil ini membuat potensi usaha betutu untuk mendatangkan keuntungan sangat menggiurkan.

Dikatakan A.A Gede Agung Wedhatama, Owner Gubuk Relax ketika diwawancarai Bisnis Bali, Rabu (30/8) mengatakan memilih betutu sebagai kuliner inovatif  karena melihat eksistensi betutu di dunia kuliner cukup terkenal, sehingga dirinya mencoba menginovasikan agar betutu tidak hanya bisa dinikmati di tempat oleh wisatawan yang berkunjung juga isa dijadikan oleh – oleh khas dari Bali khususnya Buleleng.

Apalagi pemilihan kendil yang terbuat dari tanah liat sebagai kemasan betutu ini tentu menjadi yang terunik dan belum pernah ada di Bali. “Yang membedakan dari betutu pada umumnya adalah dari rasa, karena masakan yang dimasak dari tungku atau panci tanah liat pastinya memiliki rasa yang berbeda dan berciri khas. (ira)