Denpasar (Bisnis Bali) – Kebijakan pemerintah soal harga eceran tertinggi (HET) beras yang akan berlaku per 1 September mendatang belum tersosialisasikan dengan baik. HET beras premium ditetapkan Rp 12.800 per kilogram dan medium Rp 8.600 per kilogram. Hingga Selasa (29/8) kemarin, beberapa pedagang di pasaran mengaku belum mengetahui tentang aturan tersebut.

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Phulakerti, Kerni, mengatakan saat ini penjualan berasnya masih seperti hari-hari sebelumnya. Untuk beras polos dijualnya Rp 10.000 per kilogram, sedangkan beras Putri dijual dengan harga Rp 11.000 per kilogram. Diakuinya, hingga saat ini informasi terkait aturan HET beras belum diketahuinya

“Kalau memang ada aturan tersebut, kami menjual di bawah harga tersebut. Beras Putri kami jual Rp 11.000 per kilogram sudah paling mahal. Kalau dijual Rp 12.800 per kilogram, tidak akan laku,” katanya.

Dia mengatakan, harga beras dijualnya berdasarkan harga yang diberikan pengepul. Beras medium diakuinya jarang dijual di pasaran, karena kualitasnya memang tidak bagus. Dia mengaku hanya memperoleh keuntungan kurang dari Rp 1.000 per kilogram.

Pedagang lainnya, Ceritawati juga mengaku menjual beras dengan harga yang sama seperti biasanya. Harga beras Putri yaitu Rp 11.000 per kilogram dan beras polos Rp 10.000 per kilogram. “Kalau kualitasnya lebih jelek, kami jual Rp 9.000 per kilogram. Itupun kami rugi kalau sampai kualitas beras yang kami dapatkan kurang bagus,” katanya. (wid)