Tugas kontrol kepada pengurus koperasi selaku pengelola adalah pengawas internal koperasi. Pengawasan dilakukan agar koperasi dapat berjalan dengan baik. Maka itu, pengawas koperasi semestinya lebih memahami manajemen koperasi sehingga dapat menjalankan tugasnya sengan benar. Apa yang terjadi saat ini?

FAKTANYA, pengawas internal koperasi belum mampu melaksanakan tugas mengawasi pengelola koperasi. Hal ini karena kesalahan pengurus dan anggota koperasi memilih pengawas karena ketokohannya atau terpilihnya menjadi pengawas karena memiliki pengaruh besar pada jajaran organisasi koperasi. Tanpa pengawasan, tentu saja malapetaka bagi koperasi.

Saat ini masih banyak tugas pengawas internal koperasi tidak berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan pengawas terpilih bukan karena kemampuan yang dimilikinya. Tetapi menjadi pengawas karena ketokohan atau berpengaruh. Umumnya pada koperasi pemula, karena belum disiapkan dengan benar. Koperasi yang luput dari pengawasan umumnya akan bermasalah.

Pemerhati koperasi dan UMKM, IB Udayana Putra, S.E., M.M. menyebutkan, pada pengurus koperasi pemula hampir semuanya belum disiapkan dengan baik, baik pengurus selaku pengelola koperasi dan pengawas selaku tukang kontrol kinerja pengurus. Pada saat pembentukan badan hukum oleh sejumlah orang dalam bentuk kelompok belum mengetahui benar kemampuan masing-masing anggota pendiri koperasi. Dengan begitu, dari sejumlah warga yang mendirikan koperasi tersebut, dicomotlah beberapa orang untuk duduk sebagai pengurus dan pengawas. Sisanya menjadi anggota koperasi.

”Pada kepengurusan koperasi pemula hampir semuanya yang duduk dalam pengurus tanpa tes kelayakan. Biasanya asal mau jadi pengurus sudah disyukuri. Kelanjutannya, baru akan dilakukan pembenahan. Bagi yang sangat serius mengelola koperasi, pengurus yang dipilih memiliki keahlian tata kelola manajemen koperasi. Ada juga yang mengangkat manajer sebagai pengelola koperasi. Kalau yang kurang serius, maka tidak melakukan pembenahan dan mengelola koperasi apa adanya,” kata Udayana Putra.

‎Pemerhati koperasi lainnya, I Gede Dirgayusa, S.E. menegaskan, memang jika ditelurusi masih banyak pengawas belum optimal. Kondisi tersebut bukan pada koperasi pemula saja, melainkan pada koperasi yang sudah lama berdiri. Ada koperasi yang sudah besar juga peran pengawas internal tidak maksimal. Ironisnya, masih banyak laporan pengawas dibuatkan oleh pengurus. ”Jika ditelusuri peranan pengawas semestinya lebih memahami tata kelola manajerial koperasi daripada pengurus selaku pengelola koperasi. Namanya saja pengawas yang bertugas mengawasi seharusnya lebih pintar dari pengelola sehingga mampu menemukan kesalahan yang dilakukan pengelola. Kesalahan yang ditemukan bukan dipakai untuk menghukum atau memberikan sanksi kepada pengelola, tetapi kesalahan yang ditemukan pengawas kemudian dibenahi sehingga pengelola tidak salah lagi. Manajemen koperasi pun menjadi benar,” tegas Dirgayusa.(sta)