Klinik Koperasi Diskop UMKM Denpasar Latih Pengelola Koperasi

35

Denpasar (Bisnis Bali) – Terkait penilaian kesehatan koperasi dengan sistem online di Kota Denpasar, Klinik Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar melatih pengelola koperasi untuk memahami pemanfaatan sistem/program manajemen koperasi. Pasalnya, untuk dapat akses online maka sistem/program sentral dinas harus sama dengan sistem/program di masing-masing koperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, Selasa (29/8) mengatakan, program penilaian kesehatan koperasi di Kota Denpasar satu-satunya di Indonesia. Penilaian sistem online ini memang masih terkendana database. Moleh karena itu, sistem antara penilai dengan yang dinilai mesti sama, sehingga update data dapat langsung terekam di sentral sistem online di Klinik Koperasi. Dengan sistem yang sama, maka penilaian koperasi dapat dilaksanakan maksimal.

”Memang target kami untuk tahun 2017 ini sampai 150 koperasi yang dinilai kesehatannya. Tapi ke depanya, jika sistem sudah sama antara dinas dan semua koperasi di Denpasar, maka jumlah penilaiannya akan lebih banyak lagi. Bahkan, jika kami siap dengan SDM maka semua koperasi dapat dinilai,” ujar Erwin Suryadarma Sena yang didampingi salah seorang tutor, Wayan Bina.

Menurut Erwin Suryadarma, pengelola koperasi yang akan dinilai kesehatannya juga mesti mampu memahami sistem yang digunakan. Oleh karena itu, Klinik Koperasi memberikan pelatihan bagi pengelola koperasi sampai memahami benar sistem yang digunakan. ”Kami undang pengelola (manajer) koperasi yang ada di Denpasar. Untuk belajar tata kelola sesuai sistem yang ada. Karena kami sudah bekerja sama dengan PT Telkom yang menyediakan program koperasi,” kata Erwin sambil menyebutkan jika pengelola mampu memahami sistem/program komputer maka akan sangat membantu memudahkan kinerja manajemen koperasi.(sta)