CACING tanah yang berfungsi menyuburkan tanah selama ini belum banyak dibudidayakan, padahal manfaatnya sangat banyak. Budi daya cacing tanah sangat menguntungkan selain proses budi daya yang sangat mudah.

“Cacing itu binatang liar yang mudah sekali untuk diternakkan, berkembangnya sangat cepat dan tidak perlu biaya besar. Karena itu, saya sebut ini sebagai emas cokelat,” tutur Drs. I Made Wartana, M.Si., Apt., petani ternak cacing tanah di  Banjar Sekar Mukti, Desa Pangsan, Kecamatan Petang, Kabupaten Bandung. Cacing berkembang sangat pesat sehingga dalam waktu satu bulan bisa berkembang menjadi dua kali lipat. Hal ini terjadi karena cacing itu binatang hermaprodit dan juga bertelur sangat banyak.

“Cacing setiap 20 hari bertelur. Telur cacing yang namanya cocon berisi hingga 10 bibit cacing sehingga perkembangan cacing sangat cepat dan sangat potensial untuk dikembangkan,” ungkapnya.

Untuk membudidayakan cacing sangat mudah, karena cacing adalah binatang pengurai. Petani bisa memanfaatkan limbah sisa-sisa pertanian sebagai media. “Saya menggunakan sisa baglog jamur yang sudah tidak bisa berproduksi, yang selama ini menjadi limbah dan dibuang. Selain itu daun-daun kering, batang pisang yang sudah mati serta jerami bisa digunakan sebagai media namun harus difermentasikan dengan EM4 atau tetes tebu terlebih dahulu,” tandasnya. Komposisinya, limbah tanaman jadi 70% dicampur dengan 30% kotoran sapi, difermentasi selama satu minggu. Setelah itu media sudah siap untuk digunakan sebagai media untuk membudidayakan cacing.

Bibit cacing pun sangat mudah didapatkan. Saat ini, ia mengaku telah memiliki 3 ton bibit cacing. Bibit cacing dijual Rp 60 ribu per kilogram. Untuk bibit satu kilogram dibutuhkan tempat pemeliharaan 1m  x 1m, dengan media 10 kilogram.

Pemeliharaan cacing sangat mudah, karena tidak membutuhkan perawatan khusus. Hanya sekali waktu perlu diberikan makanan berupa kotoran sapi atau sisa makanan lainnya seperti ampas tahu yang sangat mudah didapatkan petani. “Saya berharap petani yang memiliki ternak sapi bisa membudidayakan cacing tanah ini, sehingga bisa benar-benar mengembangkan pertanian secara komprehensif. Kotoran sapi diberikan kepada cacing, dan cacing bisa dijadikan sebagai pakan ternak yang akan cepat membantu pertumbuhan ternak karena tinggi protein,” paparnya.(pur)