Geliat Pembangunan Desa Wisata Baru di Badung Penarungan Jagokan Wisata Spiritual dan ”Jogging Track”

53

Mangupura (Bisnis Bali) – Secara geografi Desa Penarungan berada di wilayah paling timur Kecamatan Mengwi. Desa ini adalah tetangganya Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Abiansemal. Karena masih berada dalam satu bentang  kawasan wisata alam, Desa Sangeh, Desa Abiansemal, maka tidak heran jika Desa Penarungan juga memiliki beragam potensi alam yang bisa dikembangkan menjadi tujuan wisata.
Salah satu wisata yang akan digeber  desa ini adalah jogging track dan wisata spiritual. Untuk jogging track, Desa Penarungan memiliki kawasan tegalan (ladang) dan persawahan yang sangat menarik.
Tokoh Desa Penarungan, I Wayan Suyasa, S.H. menuturkan, potensi Desa Penarungan memang tidak bisa lepas dari unsur alam dan pertanian. Sebab, masih sebagian besar penduduk desa ini bergelut di bidang pertanian. Tegalan dan persawahan di tempat ini juga masih cukup luas. Karena itu, pihaknya bersama jajaran pemerintah desa, pihak desa adat dan seluruh komponen masyarakat bertekad menjadikan Desa Penarungan sebagai salah satu dari enam desa wisata yang ada di Kabupaten Badung.
“Kalau ini (desa wisata) sudah terbentuk, kami yakin di Desa Penarungan bisa memberikan nuansa baru kepariwisataan di Badung,” ujarnya, Selasa (29/8) kemarin.
Sebagai tahap awal, kata Suyasa yang juga Ketua Komisi I DPRD Badung ini, hanya akan dikembangkan dua atraksi wisata, yakni jogging track dan wisata spiritual. Jogging track akan mengambil jalur di kawasan persawahan, tegalan dan pinggiran daerah aliran sungai yang berada di sebelah barat desa.
“Untuk jogging track kami rancang di seputaran barat desa. Di situ alam dengan latar persawahan dan tegalannya masih sangat asri dan indah. Kami yakin itu bisa menarik minat pengunjung datang ke sana,” kata Suyasa.
Jogging track ini untuk tahap pemula akan dibangun sepanjang 2 kilometer dengan anggaran Rp 5 miliar dari APBD Badung. Wisata ini diharapkan bisa menyasar pengunjung lokal. “Sasaran pertamanya adalah pengunjung lokal,” imbuhnya. (sar)