Di Pura Dalem Kahyangan Kuta Giri Prasta Serahkan Hibah Rp 1,2 Miliar

58
istHIBAH - Bupati Giri Prasta menyerahkan bantuan hibah Rp 1.200.750.000 kepada Desa Adat Kuta, untuk pembangunan candi bentar dan tembok penyengker di pura Dalam Kahyangan Kuta.

Mangupura (Bisnis Bali) – Komitmen bukti sebagai garda terdepan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan adat kembali dilakukan Bupati Nyoman Giri Prasta, Senin (28/8) malam di Kuta. Bantuan hibah Rp 1.200.750.000 digelontor kepada Desa Adat Kuta, untuk pembangunan candi bentar dan tembok penyengker di Pura Dalem Kahyangan Kuta. Ikut hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Badung dapil Kuta, I Gusti Anom Gumanti, Camat Kuta Gede Rai Wijaya, Lurah Kuta Wayan Daryana, Bendesa Adat Kuta Wayan Swarsa bersama prajuru dan tokoh masyarakat lainnya.

Dipaparkan Giri Prasta, konsep Tri Hita Karana selalu melandasi semua kebijakan pembangunan di Badung, untuj kepentingan masyarakat. Wujud implementasi konsep tersebut dituangkan melalui bantuan sepenuhnya kepada masing-masing pura di Badung, untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhannya (parahyangan). Selain itu upacara dan upakara yang digelar masyarakat dibiayai untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara manusia dan sesama (pawongan), serta penataan parkir, pantai, pasar seni dan sebagainya yang dilakukan untuk mewujudkan hubungan hang harmonis antara manusia dengan lingkungan (palemahan). “Ini tentu kita laksanakan secara berkelanjutan, ini baru pemanasan. Urusan di Kuta, 500 miliar pun kebijakan yang kami ambil tidak masalah. Kami wajib menata dapurnya atau jantungnya Badung ini,” terangnya.

Sejumlah program penataan di Kuta   dipaparkan oleh Bupati yang disebut bares oleh warga ini. Tujuannya, agar masyarakat Kuta bisa menjadi tuan di rumahnya sendiri hingga generasi mendatang. Hal tersebut diyakininya akan tercapai, apalagi diakuinya konsep Bendesa Adat Kuta sangat luar biasa dan memiliki pendamping kuat, seperti tenaga insinyur dan arsitek yang banyak di Kuta. Ditegaskan Giri Prasta, pihaknya selalu memberikan peluang dan mendukung sepenuhnya warga masyarakat Badung, untuk mampu menjadi tuan di daerahnya sendiri. “Bendesa Adat Kuta ini brilian pemikirannya untuk masyarakat, bukan hanya untuk sekarang tetapi untuk ke depannya. Saya selaku bupati banyak sekali dibantu, baik berupa konsep pemikiran dan gambaran untuk kebaikan masyarakat Badung,” sanjungnya.

Sementara itu Bendesa Adat Kuta Wayan Swarsa mengucapkan terima kasihnya kepada Bupati Badung atas segala bantuan yang selama ini telah diberikan. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen nyata Bupati Badung, sehingga pasidikaran antara Bupati Badung dengan desa adat bisa terjalin dengan kuat. Dijelaskannnya, sejumlah program penataan yang diungkapkan Bupati Badung untuk Kuta ke depannya, merupakan kelanjutan apa yang telah dibicarakan dan dikoordinasikan bersama sebelumnya, antara Desa Adat Kuta dengan Pemkab Badung.

Untuk mendukung rencana penataan Pemkab Badung tersebut, pihaknya juga telah merancang sebuah sistem informasi manajemen Desa Adat Kuta (SIMDAKU) pantai Kuta, yang akan segera di-launching di hadapan Bupati Badung. Dengan Simdaku tersebut, semua pedagang yang ada di pantai Kuta, atau komponen yang menjadi pengelolaan desa adat di pantai Kuta bisa terdata dengan jelas. Siapa dia, dia berjualan usaha apa dan di area pantai sebelah mana berjualan. “Simdaku ini merupakan bentuk database para pedagang yang ada di pantai Kuta yang kini jumlahnya 1.768 orang, baik pedagang adat, nonadat, pembantu pedagang dan freelance yang ada di pantai Kuta. Inilah bentuk kebersamaan kami dan komitmen kami, untuk mendukung upaya Pemkab Badung. Karena itulah Simdaku pantai Kuta ini harus diketahui dan menjadi suatu penguat bagi Pemerintah Kabupaten Badung, dalam menata kependudukan khususnya di desa adat Kuta,” paparnya. (ad 1.746)