Bupati Agung Bharata Letakkan Batu Pertama Balai Banjar Dinas Lebih Beten Kelod

38
Upacara peletakan “Batu Pendem” Soma Keliwon Landep Senin (28/8) lalu,  di Pura Melanting dan Balai Banjar Lebih Beten Kelod Desa Pakraman Lebih Gianyar, disaksikan pinandita dan masyarakat Lebih.(kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata, S.H., dan Wakil Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra melaksanakan upacara peletakan Batu Pendem Soma Keliwon Landep Senin (28/8) lalu,  di Pura Melanting dan Balai Banjar Lebih Beten Kelod, Desa Pakraman Lebih, Gianyar, disaksikan pinandita dan masyarakat Lebih.

Menurut Kelihan Banjar Adat  Lebih Beten Kelod, Dewa Gde Piayadnya, didampingi Kelihan Dinas, Wayan Wirta Saputra, S.Pd., pembangunan Balai Banjar Lebih Beten Kelod dipersiapkan sejak setahun lalu dengan luas 630M2 berlantai dua. Lantai bawah untuk Pasar Desa dan lantai atas untuk balai serbaguna serangkaian kegiatan adat.

Dalam persiapan pembangunan balai banjar itu, masyarakat antusias menyukseskan pembangunan fisik yang direncanakan. Terlebih akan dibangun kembali Pura Melanting linggih Ida Bhatara Rambut Sedana yang kebetulan letaknya berdampingan dengan balai banjar.
“Kami akan lanjutkan pembangunan ini bertahap, bila rampung kami perkirakan menghabiskan Rp 3 miliar lebih,” ucap Dewa Gde Piyadnya.

Selain itu, ditegaskan juga pembangunan untuk tahap awal disiapkan dana sebesar Rp 647.163.000. Kekurangannya akan  dilakukan berbagai terobosan  agar pembangunan balai banjar dapat terwujud walau dikerjakan secara bertahap.

Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata, usai mepulang pendem dasar pekelem (peletakan batu pertama) berharap masyarakat lebih giat membangun dengan mengedepankan keterbukaan dan semangat persatuan.  “Seberat dan sebesar apapun pekerjaan yang direncanakan dapat terwujud,” ucap Tokoh Puri Agung Gianyar tersebut.

Wakil Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra mengapresiasi semangat masyarakat Lebih Beten Kelod untuk membangun, apalagi dalam perencanaannya dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan struktur yang kuat diyakini, apa yang dicita-citakan akan tidak sia-sia. Begitu juga bhakti yang dijalani kehadapan  Ida Bhatara  yang berstana di Pura Melanting dan Kahyangan Tiga, diharapkan tidak pernah surut. ‘’Bila dilakukan dengan seradha bhakti, apa yang direncanakan akan tidak sia-sia,’’ tandasnya. (kup)