ATM telah Berfungsi Kembali BI dan OJK Tingkatkan Koordinasi    

54

Denpasar (Bisnis Bali) – Bank Indonesia (BI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkatkan koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Informasi, perbankan, PT Telkom dan pihak terkait lainnya dalam pemulihan layanan ATM bank.

Koordinasi meliputi langkah pemulihan dan antisipasi yang perlu ditempuh untuk mendukung kelancaran kegiatan sistem pembayaran di masyarakat.

Kepala KPw BI Bali Causa Iman Karana di Sanur mengatakan, sesuai informasi disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman, pihak perbankan telah melakukan langkah-langkah aksi berupa proses pemulihan dalam bentuk koordinasi dengan Telkom. Pihak perbankan juga telah melakukan penyampaian informasi kepada nasabah dalam bentuk pengumuman atau website, optimalisasi call center, dan mengimbau nasabah untuk melakukan transaksi melalui ATM yang tersedia di kantor cabang serta memanfaatkan jaringan ATM antarbank.

Menurut Pak Cik biasa ia disapa, berdasarkan informasi perbankan, sebagian ATM yang terganggu telah dapat berfungsi kembali. “Diharapkan seluruh kegiatan transaksi melalui ATM dapat berfungsi kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama,” jelasnya.

Dari sisi setelmen sistem pembayaran, BI memastikan bahwa sistem BI real time gross settlement (BI-RTGS), Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), dan Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS) berjalan dengan normal.

Ke depan, BI dan OJK terus memonitor pelaksanaan proses pemulihan untuk memastikan kelancaran sistem pembayaran, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan menjaga perlindungan konsumen.

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Zulmi mengatakan hal sama, sesuai informasi dari plt. Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo menyebutkan, OJK memastikan layanan nasabah perbankan tidak terganggu meski sejumlah jaringan ATM bank terkena dampak kerusakan satelit Telkom T-1 sejak Jumat (25 Agustus 2017).

Ia mengatakan, ATM yang terkena dampak hanya ATM yang menggunakan jaringan melalui VSAT ke satelit T-1 di beberapa daerah. Sementara, jaringan kantor bank yang umumnya sudah terhubung dengan fiber optic (jaringan teristerial) tetap beroperasi dan melayani masyarakat dengan baik.

“OJK dan BI terus berkoordinasi dengan pihak Telkom untuk langkah mitigasi agar seluruh layanan perbankan segera dapat beroperasi normal sepenuhnya,” paparnya. (dik)