6.791 KPM Tabanan Terima Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan dari Kemensos

42
Sekda KabupatenTabanan, I Nyoman Wirna Ariwangsa membagikan bantuan sosial Non Tunai PKH. (man)

Tabanan (Bisnis Bali) – Sebanyak 6.791 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Tabanan menerima Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III 2017 yang diberikan oleh Kementerian Sosial RI. Acara penyerahan tersebut berlangsung di Bumi Perkemahan Pramuka, Margarana, Selasa (29/8).

Penyerahan bantuan yang difasilitasi Pemkab Tabanan melalui Dinas Sosial Tabanan ini menghadirkan 350 KPM yang berasal dari Kecamatan Marga dan 14 kelurahan. Hadir dalam acara ini Sekda KabupatenTabanan, I Nyoman Wirna Ariwangsa, OPD Tabanan, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Edi Suharto, para camat, dan tokoh masyarakat setempat.

Edi Suharto dalam laporannya mengatakan, PKH di Provinsi Bali mulai dilaksanakan sejak 2010 yang mencakup 2 kabupaten yakni, Karangasem dan Buleleng. Selanjutnya, secara bertahap PKH dilaksanakan di Kabupaten Tabanan di 2012, dan kemudian di kabupaten lainnya hingga pada 2016 di Kabupaten Badung.

“Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Provinsi Bali sampai dengan 2017 berjumlah 48.052 KPM. Dari jumlah tersebut 6.791 merupakan KPM Kabupaten Tabanan,’’ katanya. Sementara Bantuan Sosial yang diserahkan oleh Kemensos RI kepada Kabupaten Tabanan sebesar Rp 37.156.642.800 yang meliputi bantuan PKH Non Tunai sebesar 12.894.990.000, serta bantuan lainnya yang terdiri dari Bantuan Beras Sejahtera, Bantuan Sosial Disabilitas, Bantuan Sosial Lanjut Usia.

Dikatakannya, PKH adalah sebuah terobosan besar di Indonesia yang dibuat oleh Presiden Jokowi dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang timbul seperti saat bansos disalurkan lewat tunai. Metode pencairan bansos non tunai ini menggunakan buku tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Dengan PKH yang bersifat non tunai masyarakat dipermudah untuk belanja dan tidak harus mengantri di kantor pos, masyarakat tinggal ke ATM saja sudah bisa mendapatkan uang untuk berbagai keperluan,” ujarnya.

Penyaluran bantuan sosial PKH di Kabupaten Tabanan 2017 dilaksanakan secara non tunai melalui Lembaga Bayar Bank BNI. “Pencairan bantuan melalui mekanisme perbankan dapat dicairkan di agen bank yang ditunjuk, e-warong, ATM maupun outlet Bank tanpa biaya administrasi,” tukasnya.

Pihaknya juga menambahkan, atas amanat dari presiden, uang ini harus digunakan untuk keperluan yang sangat penting misalkan kesehatan berobat di Puskesmas atau untuk biaya sekolah anak.

“Di Kementerian Sosial Program perlindungan masyarakat mendapatkan perhatian yang luar biasa dan terima kasih juga kepada Gubernur Bali, bupati/ wali kota se-kabupaten/kota yang ada di Bali dan semua pihak atas kerja sama untuk meningkatkan program masyarakat yang sejahtera. Semoga bantuan ini dapat dipakai untuk kebutuhan yang penting dan jangan lupa menabung uang yang di dapat,” imbuhnya.

Wirna Ariwangsa mengatakan, PKH merupakan program nasional dalam percepatan penanggulangan kemiskinan dengan memberikan kepada keluarga penerima manfaat. Kabupaten Tabanan merupakan satu dari 9 kabupaten/kota di Bali yang mendapatkan bantuan tersebut dari 2012 hingga sekarang.

“PKH sangat bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan dasar hidup seperti bidang kesehatan di samping sangat menunjang sarana pendukung pendidikan. Dalam hal ini masyarakat dan pemerintah harus mampu bersinergi,” ujarnya

Dijelaskannya, untuk mengantisipasi permasalahan sosial di Kabupaten Tabanan sudah dilakukan berbagai program terobosan dan inovastif yang diluncurkan oleh Dinas Sosial.

“Program tersebut antara lain warung cerdas kube, kopi kental (komunitas peduli kesehatan mental), kata hati (kampung investasi hati), tagana smart, dan masih banyak program inovatif yang intisarinya adalah investasi hati guna mewujudkan visi misi Tabanan Serasi,” ungkapnya.

Bantuan yang diterima oleh KPM pada 2017 diberikan flat sebesar Rp 1.890.000 per tahun dan Rp 2.000.000 bagi lansia di atas 70 tahun. Bantuan diterima sebanyak 4 kali dalam setahun, masing-masing sebesar Rp 500.000 pada tiap tahapnya. Pada acara tersebut juga dilakukan penyeraham bantuan beasiswa Bank BNI kepada 10 anak berprestasi dari keluarga PKH dalam bidang olahraga, pendidikan dan kesenian sebesar Rp 250.000 per siswa. (ad1.745)