Sawi Putih Cepat Panen

42

BUDI DAYA sawi putih memang sangat mudah dan cepat bisa dipanen. “Karena mudahnya proses budi daya, banyak petani menanam sawi putih sehingga terjadi overproduksi yang berdampak pada anjloknya harga sawi,” tutur I Made Gede Siswanata Napryana, S.P., guru SMKN 1 Badung atau yang lebih dikenal SMK Pertanian Petang ini. Sawi putih cocok dibudidayakan di dataran tinggi yaitu ketinggian 1.000 m dpl sangat dengan udara dingin. Tanaman sawi tidak menyukai air yang berlebihan atau menggenang sehingga perlu dibuatkan bedengan.

Tanah yang baik untuk media budi daya tanaman sawi putih ini yaitu tanah subur yang gembur. “Untuk mulai penanamannya sebaiknya pada akhir musim penghujan dan memasuki musim kemarau, biasanya bertepatan pada Maret-April. Apabila penanaman dilakukan pada musim penghujan, sawi rentan terhadap serangan hama dan penyakit,” tukasnya.

Memulai budi daya pertama siapkan lahan. Pengolahan tanah untuk lahan tanam sawi harus sudah diolah 3 minggu sebelum tanaman sawi ditanam. “Pengolahan tanah dilakukan tiga tahap, pertama tanah dibajak dengan mesin traktor atau manual dengan kedalaman 30-40 cm. Kemudian didiamkan selama 1 minggu,” terangnya. Setelah 1 minggu lahan diolah kembali dan digemburkan dengan cangkul, supaya tanah menjadi remah, dan sekaligus diratakan. Kemudian tanah dibiarkan lagi selama 1 minggu agar tanah terangin-angin dan terkena sinar matahari, setelah itu baru dibuatkan bedengan dan selokan,” ucapnya.

Bedengan dibuat dengan lebar  100-120 cm dan saat musim hujan tinggi bedengan 40 cm agar tanaman terhindar dari genangan air. Untuk selokan lebarnya 40 cm dan pada sekeliling bedengan dibuat drainase selebar 50 cm. Kemudian dicampur dengan pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau. Dosis pupuk kandang yang diberikan 10-20 ton/ha. Untuk menjaga kualitas tanaman sawi, penggunaan mulsa plastik pada bedengan penanaman dapat memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan budi daya tanpa menggunakan mulsa.

“Bibit saya beli yang sudah siap tanam Rp 250, jadi tidak perlu menyesuaikan. Proses semai juga membutuhkan waktu sekitar 1 bulan,” ucapnya. Dengan menanam bibit siap tanam tersebut, dalam waktu 30 hari sudah bisa dipanen. Untuk jarak tanam cukup 20 x 20 cm, per are kira-kira bisa ditanam 500 tanaman.

“Biaya pengolahan lahan 3 juta dengan populasi 3.000 tanaman, jadi biaya per tanaman Rp1.000. Biasanya satu tanaman bisa naik 1 kg, belum potong nilai kerusakan akibat penyakit,” tukasnya. Jadi jika harga sawi saat ini Rp 1.000 per kilogram maka petani tidak bisa mendapatkan keuntungan. (pur)