PAS-Sutjidra Dilantik untuk Kedua Kalinya Kerja Cepat untuk Wujudkan Aksesibilitas dan Pengembangan Perekonomian

36
Putu Agus Suradnyana, ST (PAS) dan dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., resmi dilantik oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022.  (ira)

 Singaraja (Bisnis Bali) – Putu Agus Suradnyana, ST (PAS) dan dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., resmi dilantik oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2017-2022. Pelantikan ini diselenggarakan di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Minggu (27/8) lalu.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelatikan Ny. Aries Suradnyana sebagai Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Buleleng oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Ayu Pastika.

Ditemui usai pelantikan, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, ST., menjelaskan, pihaknya bersama Wabup Sutjidra akan bekerja cepat pada aksesibilitas yang menghubungkan Bali Selatan dengan Bali Utara. Hal tersebut disebabkan karena Bupati yang akrab disapa PAS ini ingin mengembangkan sektor jasa, investasi dan pertanian, sehingga untuk mencapai itu, Pemkab Buleleng di bawah kepemimpinannya akan mengambil langkah-langkah cepat mewujudkan aksesibilitas dari Bali Selatan ke Bali Utara.

“Harapan ke depan dengan adanya aksesibilitas dari Bali Selatan ke Bali Utara, pertumbuhan ekonomi melalui sektor jasa dan investasi akan makin cepat. Kami akan mohon ke pemerintah pusat agar aksesibilitas di Buleleng lebih dibuka untuk mengembangkan perekonomian. Itu gambaran makronya,” jelasnya.

Untuk masalah kemiskinan, hal ini disebabkan karena jumlah penduduk Buleleng paling banyak di Bali. Bahkan sampai tiga kali lipat dibandingkan kabupaten lainnya di Bali. Sebagai gambaran, ada salah satu daerah yang hanya memiliki jumlah penduduk sebanyak 250 ribu, Buleleng sudah 900 ribu. Buleleng juga memiliki kondisi geografis yang paling luas di Bali.

“Oleh karena itu, kondisi di Buleleng tidak bisa disamakan dengan kabupaten lain dalam hal jumlah. Yang penting, secara kualitas kami terus berupaya terus meningkatkan di beberapa sektor, utamanya sektor kesehatan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi di Buleleng,” ujar Bupati PAS.

Untuk bandara, Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini mengungkapkan, pada prinsipnya pembangunan bandara merupakan keinginan masyarakat Buleleng dan masyarakat Bali secara keseluruhan untuk mengurai kepadatan di Bandara Ngurah Rai. Masalah siapa membangun dan waktunya kapan, dirinya mengaku belum mengetahui. Untuk lokasi, menurutnya, jika dilihat dari RTRW Bali dan RTRW Buleleng, lokasi sudah tentu di Buleleng. Namun, penentuan lokasi dimana menjadi kewenangan pihak Kementrian Perhubungan. “Ada aspek teknis di dalam penentuan lokasi bandara bukan hanya berbicara zona ruang saja,” ungkapnya.(ira)