Kadin Desak BI -7 DRR Berlaku Jangka Panjang

33

Denpasar (Bisnis Bali) – Ketua Kadin Bali AA Ngurah Alit Wira Putra menyambut baik penurunan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI-7 DRR) yang menjadi 4,5 persen dalam upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Meski begitu, agar lebih maksimal, Kadin Bali mendesak agar acuan tersebut berlaku dalam jangka panjang atau permanen.

“Kisaran yang baru dari BI-7 DRR ini cukup efektif untuk guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, hendaknya patokan 4,5 persen tersebut diposisikan dalam periode panjang atau permanen,” tutur Alit, Senin (28/8) kemarin.

Paparnya, bila kisaran tersebut menjadi acuan dalam jangka waktu yang lama, maka itu akan berdampak pada kalangan perbankan yang tidak ragu lagi untuk menghitung besaran kredit. Namun, bila ketentuan tersebut hanya berlaku temporary atau mingguan, prediksinya tidak akan efektif karena kemungkinan perubahan dalam waktu yang singkat dinilai tidak akan disikapi oleh kalangan perbankan nasional, mengingat terlalu seringnya penyesuaian suku bunga.

Jelas Alit, bercermin dari kondisi tersebut, Kadin Bali mendesak acuan BI-7 DRR menjadi permanen. Katanya, patokan BI-7 DRR ini acuannya bukan mingguan, namun diberlakukan hingga tahunan. Katanya, dengan diterapkan dalam jangka panjang itu akan berdampak pada kalangan perbankan dengan penurunan suku bunga kredit.

“Diberlakukan dalam jangka panjang, dampaknya akan menurunkan suku bunga kalangan perbankan. Dampak lanjutannya juga akan membuat para pemilik modal tidak lagi menaruh dana di bank dalam bentuk deposito. Semua orang akan berlomba-lomba untuk memutar dananya untuk usaha, sehingga perekonomian akan bergerak sesuai harapan pemerintah,” ujarnya. (man)