BPR Dituntut Salurkan Kredit dengan Sehat

34

Denpasar (Bisnis Bali) – Kredit bermasalah di bank perkreditan rakyat (BPR) di Bali 2017 sudah mencapai angka rata-rata 7 persen. Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit, Senin (28/8) mengatakan, BPR dituntut untuk menyalurkan kredit secara sehat.

Ia mengungkapkan, akhir-akhir ini BPR sering menerima surat penawaran ajakan pelunasan dengan mengatasnamakan PT Swissindo dan Koperasi Pandawa Mandiri. Ini sebagai akibat bertambahnya kredit bermasalah (NPL) akibat perlambatan ekonomi.

Ia menjelaskan, akibat peningkatan NPL, BPR juga dihadapkan gugatan dari Lembaga Perlindungan Konsumen. Kasus-kasus yang dihadapi BPR harus tetap mengevaluasi perikatan maupun perjanjian terkait penyaluran kredit sebelumnya.

Dipaparkannya, mengatasi NPL BPR harus tetap melakukan upaya hukum sebagaimana yang ditetapkan oleh undang-undang. Ini termasuk melakukan pendekatan dengan debitur untuk memecahkan masalah tunggakan, sehingga ditemukan jalan keluar yang tepat. (kup)