Denpasar (Bisnis Bali) – Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISPOL) Wira Bhakti Denpasar, Sabtu (26/8) melepas 90 orang wisudawan. Ketua STISPOL Wira Bhakti Denpasar, I Nengah Merta, S.Sos., M.Si., mengatakan, 97 persen lulusan sudah terserap dunia kerja, sehingga tidak menambah angka pengangguran terpelajar di Bali.

Ia memaparkan, untuk mencapai target menciptakan lulusan yang berkualitas dan tidak sekadar menyandang gelar sarjana saja, STISPOL Wira Bhakti Denpasar telah melakukan berbagai perubahan dalam kurikulum. “Lulusan STISPOL Wira Bhakti Denpasar memang kami gembleng untuk menjadi sarjana yang memiliki bekal keahlian. Mereka dirancang untuk menjadi konseptor dan bukan pencari pekerjaan, sehingga mampu menciptakan peluang kerja bagi orang lain,” katanya.

Untuk itu kurikulum telah dirancang agar para mahasiswa di STISPOL Wira Bhakti lebih banyak dibekali dengan praktik kerja di lapangan. “Hal ini agar lulusan bisa bersaing para mahasiswa kami berikan 60 persen praktik di lapangan, dengan mengkolaborasikan antara teori dan praktik maka para mahasiswa siap pakai dan siap bersaing,” katanya.

Jumlah mahasiswa yang berhasil diwisuda 90 orang, dengan wisudawan tertua berusia 54 tahun dan termuda  22 tahun. Rata-rata lama studi tepat 4 tahun.  Hingga wisuda yang ke-28 ini, STISPOL Wira Bhakti telah berhasil meluluskan sarjana administrasi sebanyak 2.274 orang,  yang seluruhnya telah terserap dunia kerja. “Satu hal yang cukup membanggakan, bahwa dari 90 orang sarjana baru yang dicetak STISPOL Wira Bhakti, 97 persennya telah terserap dunia kerja. Dengan demikian, daftar nama sarjana baru ini tidak menambah deretan pengangguran di Bali,” katanya.

Perolehan indeks prestasi dari Prodi Administrasi Bisnis, tertinggi mencapai angka 3,82 dan terendah 3,27 dengan rata-rata IPK 3,54. Sementara IPK Prodi Administrasi Negara, IPK tertinggi 3,67 dan terendah 3,09 dengan rata-rata IPK sebesar 3,38.

Kualitas lulusan menunjukkan  peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini terbukti lulusan tahun yang lalu IPK tertinggi hanya mencapai 3,74 sedangkan tahun ini naik menjadi 3,82.

Lulusan terbaik dari Prodi Administrasi Bisnis diraih Wayan Murdana dengan IPK 3,82 dan Administrasi Negara diraih Desak Ketut Mariati dengan IPK 3,67.

Sementara itu terkait proses perkuliahan, Nengah Merta memaparkan proses belajar dan mengajar telah berjalan dengan sangat baik. Saat ini STISPOL Wira Bhakti memiliki dua program studi, yaitu Prodi Administrasi Negara dan Prodi Administrasi Bisnis, yang telah terakreditasi oleh BAN-PT. Jumlah mahasiswa aktif sebanyak 257 orang. Dengan jumlah dosen pengajar sebanyak 32 orang, yang seluruhnya telah berkualifikasi magister dan doktor serta sebagian dari jumlah dosen tersebut saat ini sedang mengikuti program S3 baik di Bali maupun di luar Bali. (ad1.736)