Pariwisata Ditopang Produk Mikol

44
MIKOL - Hotel dan restoran memenuhi kebutuhan wisatawan di antaranya mengonsumsi minuman beralkohol. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Perkembangan sektor pariwisata khususnya usaha hotel dan restoran, ditopang menu makanan dan minuman termasuk produk minuman beralkohol. Marketing Director PT Multi Bintang Indonesia Niaga, Francis Aswin, Jumat (25/8) mengatakan, sektor usaha berupaya menyiapkan minuman beralkohol berkadar rendah diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pasar pariwisata.

Ia mencontohkan, Heineken Light menawarkan minuman bir rendah alkohol. Kadar kalori rendah dengan rasa yang menyegarkan. Ini mengikuti selera pasar dan bisa dinikmati oleh pria maupun wanita.

Ia menjelaskan, minuman beralkohol ini cocok dinikmati konsumen saat pulang bekerja bepergian termasuk bersantai di pantai dan menginap hotel dan bersantai di restoran, wisatawan bisa menikmati minuman alkohol berkadar rendah.

Dipaparkannya, minuman beralkohol menyasar pasar kafe, hotel, dan restoran. Minuman beralkohol berkadar rendah alkohol sudah mengikuti kebutuhan pasar wisatawan saat bersantai berlibur di Bali. “Wisatawan penikmat bir selalu mencari pilihan dan alternatif bir yang sesuai dengan gaya hidup mereka,” katanya.

Ketua INCCA Bali, IB. Surakusuma mengatakan, perusahaan minuman beralkohol sudah dikembangkan di Indonesia untuk konsumsi sektor pariwisata. Pariwisata Bali harus ditopang dengan minuman beralkohol untuk konsumsi wisatawan mancanegara (wisman).

Menurutnya, pasokan minuman beralkohol ini efektif untuk menutupi kebutuhan minuman alkohol untuk wisatawan leasure yang berlibur di Bali. Ini termasuk konsumsi dari wisatawan pasar sektor MICE di Bali. (kup)