BANYAK petani di Desa Nyanglan Kabupaten Klungkung yang membudidayakan mentimun. Mentimun yang biasa digunakan untuk membuat rujak dan pelengkap lalapan ini konsumsinya cukup tinggi. Namun dalam budi daya mentimun memang membutuhkan perawatan ekstra karena tanaman ini rentan terhadap hama dan cuaca.

Mentimun akan tumbuh baik di daerah dengan ketinggian 1.000-1.200 mdpl, dengan iklim kering dan penyinaran penuh. “Tanah yang baik untuk menanam timun adalah tanah yang gembur, banyak mengandung humus, memiliki unsur hara organik cukup banyak  ber-PH 6-7,” tutur I Wayan Gede, petani timun di Desa Nyanglan.

Untuk mulai budi daya lakukan pengolahan tanah dengan cara digemburkan menggunakan cangkul atau bajak, baru kemudian dicampur dengan pupuk kandang atau kompos 10-20 kg per hektar lahan.

Tahap selanjutnya adalah membuat bedengan dengan lebar sekitar 100 cm dan beri jarak antarbedeng yaitu sekitar 20-30 cm untuk saluran air. Sebelum benih ditanam, media persemaian harus disiapkan terlebih dahulu. Tempat persemaian yang dapat digunakan untuk menyemai benih yaitu polybag. Media persemaian dibuat dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 7: 3 namun sebelum digunakan, media semai disterilkan terlebih dahulu. “Sebelum disemai benih direndam selama sekitar 24 jam, kalau ada  benih yang mengapung sebaiknya dibuang. Selanjutnya, benih dipindahkan ke lipatan kain basah selama 12 jam sampai akan bakal akar muncul,” ucapnya.

Saat benih telah keluar akar, benih dapat ditanam langsung di tempat yang telah disiapkan. Pada musim hujan, tempat pembibitan atau bedengan harus diberikan atap plastik transparan. “Kalau  musim kemarau, bedengan dapat dibuat di tempat terbuka. Tetapi dalam beberapa hari pertama, bedengan harus ditutup dengan daun kering dan usahakan sinar matahari dapat masuk sekitar 35% saja,” tukasnya.

Untuk pemeliharaan, tanah pada tempat persemaian disiram setiap 1-2 hari. Ketika keping daun terbuka, benih disemprot dengan fungisida, insektisida, dan bakterisida setiap 2 hari dengan dosis yang digunakan setengah dari dosis yang dianjurkan. Bibit yang telah berumur 10-14 hari atau telah memiliki dua daun dapat ditanam pada lahan tanam yang telah disiapkan dengan jarak tanam optimal adalah 120 x 40 cm.

“Saat tanaman berumur 12 hari setelah tanam lakukan pemupukan dengan cara dikocor. Pemupukan susulan dilakukan sebanyak 5-6 kali, yaitu umur 12, 15, 18, 19, 22 dan 25 hari setelah tanam,” tukasnya.(pur)