Jelang Idul Adha Hewan Kurban mulai Diserbu    

39
KURBAN - Beberapa hewan kurban yang dijajakan oleh pedagang musiman. (wid)

Denpasar (Bisnis Bali) – Jelang Idul Adha, hewan kurban baik itu sapi atau kambing telah dipersiapkan oleh pedagang sejak sebulan sebelumnya. Mulai dari H-5 lonjakan pembeli sudah terlihat, yang mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Salah seorang pedagang hewan kurban musiman di wilayah Gatsu Barat, Denpasar, Odita Saputra mengakui, pada 2017 ini permintaan hewan kurban mengalami peningkatan dibandingkan  2016 silam. Hal tersebut terlihat dari jumlah persediaan yang pada tahun ini mencapai 225 ekor kambing  masih tersisa hanya 17 ekor. Pada tahun 2016 lalu, penjualan kambing hanya mencapai 180 ekor. “Ini saja H-5 sudah laku lebih dari 200 ekor. Melihat pemesanan hingga saat ini kami prediksi akan terus mengalami peningkatan permintaan karena bisanya melonjaknya permintaan itu pada H-3,” katanya.

Tidak hanya kambing, sapi pun dikatakannya demikian. Dia mengatakan, tahun ini sapi yang sudah laku terjual mencapai 14 ekor berbeda dari tahun lalu hanya 9 ekor. “Untuk sapi hingga saat ini kami hanya mengandalkan pesanan. Meningkatnya permintaan sapi ini dikarenakan harga hewan kurban mengalami peningkatan, sehingga banyak pelanggan kami yang sebelumnya membeli kambing beralih ke sapi karena satu ekor sapi itu bisa dikurbankan lebih dari satu orang,” katanya.

Peningkatan harga hewan kurban tersebut, lanjut dia, dikarenakan harga beli di tingkat petani juga melonjak. “Kalau tahun lalu kan berdekatan dengan Hari Raya Umat Hindu,  kemungkinan mereka sangat membutuhkan uang sehingga harga lebih murah. Berbeda dengan tahun  ini  yang  hanya mengandalkan momen Idul Adha sehingga harga mengalami peningkatan,” katanya.

Dikatakan, harga kambing yang dijualnya saat ini Rp 1,5 – Rp 3 juta per ekor sebelumnya bisa diperoleh mulai harga Rp 1,3 juta. Begitu juga sapi yang sebelumnya  harga mulai dari Rp 11 juta saat ini Rp 12,5 juta hingga Rp 19 juta per ekor. Dia mengatakan, sapi dan kambing ini semuanya didatangkan dari Bali karena kualitas memang lebih bagus. “Untuk kambing ini kami datangkan dari pupuan,” jelasnya.

Disinggung terkait kesehatan hewan, Odita menjelaskan, selama ini hewan kurban yang dijualnya selalu  dilakukan pengecekan kesehatan. “Kami kan tahu juga bagaimana cara merawat hewan kurban ini agar tetap sehat. Jadi untuk hewan yang kami jual kualitasnya kami jamin,” tegasnya.

Dia menambahkan, permintaan hewan kurban di tempatnya tidak hanya masyarakat diseputar Denpasar, melainkan Badung Selatan hingga Gianyar.

Hal senada juga diakui pedagang hewan kurban di Kampung Jawa, Haji Muhammad Syamsudin. Dikatakan, hingga saat ini penjulan kambing di temptnya tersebut sudah lebih dari 30 ekor. “Untuk tahun ini, permintaan sudah terlihat mengalami peningkatan apabila dibandingkan tahun sebelumnya. Namun secara keseluruhan bisa kita lihat di H-3 hingga H-2 Idul Adha, karena permintaan  melonjak pada hari-hari itu,” jelasnya.

Harga hewan di tempatnya tersebut, yaitu kambing dijual dengan harga Rp 2 juta – Rp 4,5 juta sesuai ukuran. Namun yang paling banyak diminati masyarakat itu yakni harga  di atas Rp 2 juta atau sekitar Rp 3 jutaan.  “Kalau yang Rp 2 juta jarang laku  untuk kurban karena barangnya kecil-kecil sekarang, beda dengan tahun-tahun sebelumnya yang  harga Rp 2 juta bisa seukuran Rp 3 juta sekarang,” katanya.

Mengingat penjualan hewan kurban tidak hanya memanfaatkan momen hari raya, pria asal Madura ini mengaku tidak menggunakan sistem stok. Hanya, apabila  hewan yang dijual sudah laku terjual secara langsung dia akan melakukan pemesanan. (wid)