Jaya Negara Buka Bali ’’Open Archery Championship’’ 2017

38

Denpasar (Bisnis Bali) – Peminat Archery atau memanah sangat banyak, untuk menyalurkan hobi masyarakat serta membibit atlit atlit baru Arramy Archery Club bersama  Indonesia Archery Schools Program (INASP) dan Masagena archery Club (MAC) menggelar  Bali Open Archery Championship 2017 di Hotel Inna Bali.

Pertandingan bertarap nasional dan pertama kali digelar di Bali  dibuka langsung Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara ditandai dengan memanah balon dan pelepasan balon, Sabtu (26/8) lalu. Acara ini juga dihadiri Presiden INASP Defrizal Diregan, Ketua Perpani Bali Wisnu Mataram dan Pembina, Masagena Raka Arwita.

Ketua Panitia Rety Nur Achadah mengatakan, selain menyalurkan hobi dan membibit  atlit-atlit,  Archery ini  juga untuk menarik daya wisata di Bali khususnya Denpasar. Menginat sebelumnya Bali belum pernah ada pertandingan memanah dengan sekala nasional.
Meskipun pertama kali diselenggarakan di Bali ternyata yang mengikuti lomba ini sangat banyak mulai dari kalangan anak- anak hingga orang tua.  Jumlah peserta yang mengikuti ini sebanyak 294 peserta terbagi menjadi 34 club dari seluruh Indonesia. “Semua itu didominasi seluruh penghobi. Dengan dilaksanakan  Bali Open Archery Championship peminat olah raga ini semakin banyak di Bali,” ungkapnya.

Menurutnya, dulu yang bisa mengikutin lomba ini hanya dari binaan Perpani karena semua alat sudah difasilitasi. Namun sekarang semua orang bisa latihan dan mengikuti  perlombaan olah raga ini karena banyaknya club swasta yang mewadahi

Tidak hanya itu dengan digelar lomba ini maka peserta khususnya asal Bali bisa mengukur kemampuannya dengan peserta luar Bali. Jika mereka mampu disini maka  mereka akan mengarahkan anak didiknya mengikuti even nasional yang ada di luar Bali. Lebih lanjut ia mengatakan, dalam perlombaan memanah atau archery di tingkat nasional jarak paling jauh adalah 70 meter. Karena di Bali tidak ada lapangan maka dalam perlombahan ini hanya menembak jarak terpanjang adalah 18 meter dan terpendek 5 meter.

Dalam perlombaan kriteria tergantung dari pertandingan. Karena dalam ajang ini 10 kelas pertandingan dari jarak 5 m hingga 18 m kriterianya tergantung pertandingan. Semua peserta akan merebutakan piala Gubenur. Untuk memotivasi peserta bagi yang menang maupun kalah akan tetap mendapatkan sertifikat.

Salah satu peserta Fauzi Budhiwiyaso  mengaku senang karena pertama kalinya di Bali ada perlombaan memanah tingkat nasional. Selain menyalurkan hobi ia juga bisa mengukur kemampuannya dengan peserta lainnya.

Anak yang tinggal di Jalan Kargo ini juga  mengaku lomba kali ini diikuti yang kedua kalinya. Maka dari itu ia berharap bisa memenangkannya. Jika tidak ia tidak merasa kecewa karena masih ada kesempatan di tempat lain. (sta)