Badung Miliki Program Nyekah Bersama Gratis Giri Prasta Hadiri Nyekah Masal di Pangsan  

36
istNYEKAH - Bupati Giri Prasta didampingi Ny. Seniasih Giri Prasta saat menghadiri Karya Pitra Yadnya Nyekah Massal krama Banjar Pangsan-Tengah Dalem, Desa Adat Pangsan, Sabtu (26/8) lalu.

Mangupura (Bisnis Bali) – Guna meringankan beban masyarakat Badung kaitannya dalam pelaksanaan yadnya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta telah mempunyai program atiwa-tiwa nyekah bersama dengan dibiayai penuh oleh pemerintah alias gratis. Untuk itu masyarakat dan bendesa adat se-Badung diharapkan dapat melaksanakan karya pitra yadnya nyekah bersama di desa adat sehingga dapat dibiayai sepenuhnya oleh Pemkab Badung.

Hal tersebut disampaikan Bupati Giri Prasta didampingi istri Ny. Seniasih Giri Prasta saat menghadiri Karya Pitra Yadnya Nyekah Massal Krama Banjar Pangsan Tengah Dalem, Desa Adat Pangsan, Sabtu (26/8) lalu. Turut hadir mendampingi Bupati, anggota DPRD Badung Ida Bagus Sunartha, Tripika Kecamatan Petang, Bendesa Adat Pangsan I Gst. Nyoman Oka, Perbekel Pangsan I Nyoman Tri Sukarya, Kelian Banjar se-Desa Pangsan, serta tokoh masyarakat. Untuk mendukung karya tersebut Bupati Giri Prasta medana punia Rp 50 juta.
Bupati Giri Prasta mengakui program atiwa tiwa nyekah bersama gratis ini telah mulai dilaksanakan. Sejumlah desa adat di Badung yang melaksanakan nyekah bersama, metatah dan mepetik metelubulanan bersama sudah ditanggung penuh pemerintah. Hal ini sebagai upaya meringatkan beban masyarakat dari segi pembiayaan di samping sebagai pelestarian seni, adat, agama dan budaya yang sudah menjadi skala prioritas pembangunan di Kabupaten Badung. “Kami sadari waktu masyarakat banyak habis di adat. Untuk itu, kami hadir di tengah-tengah masyarakat membantu meringankan beban masyarakat. Karena kami sadari simpul pembangunan badung adalah masyarakat banjar dan desa,” tegasnya.
Dalam pelestarian seni budaya, Bupati juga telah mengambil kebijakan dengan membantu penuh pembangunan pura khayangan tiga desa adat termasuk fasilitas umum. Selain itu mulai tahun 2018, pemangku pura khayangan tiga juga akan digaji. Bupati juga senantiasa men-support kegiatan sekeha teruna, semua kebutuhan sekaa teruna menjadi tanggungjawab pemerintah. Bupati berkomitmen mengembangkan desa wisata di Desa Pangsan. Potensi-potensi yang ada di masyarakat akan digali dan dikembangkan sebagai pendukung desa wisata, sehingga kedepan diharapkan perekonomian masyarakat dapat meningkat.
Prawartaka Karya I Gst. Putu Sara melaporkan, karya nyekah masal diikuti 12 sawa dari krama Br. Pangsan Tengah Dalem, mepandes diikuti 24 orang, dan mepetik 23 orang. Untuk pelaksanaan karya, masing-masing pemilik sawa mengeluarkan urunan Rp 10 juta, namun saat ini baru mengeluarkan masing-masing Rp 5 juta. Dana yang terkumpul Rp 86 juta, diperkirakan menghabiskan biaya mencapai Rp 200 juta sehingga masih kekurangan Rp 114 juta. Ditambahkan, puncak karya dilaksanakan pada Minggu (27/8), dilanjutkan upacara meajar-ajar pada Senin (28/8). (adv)