Pinrang Berguru soal Pengairan ke Tabanan

45
Rombongan Bupati Pinrang diterima langsung oleh Bupati Tabanan (man)

Tabanan (Bisnis Bali) –  Sebagai daerah agraris, Kabupaten Tabanan menjadi salah satu rujukan bagi pemerintah kabupaten lainnya di Indonesia sebagai tempat belajar. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin (21/8).

Rombongan Pemerintah Kabupaten Pinrang yang dipimpin langsung oleh Bupati Aslam Patonangi, berkunjung langsung ke Kabupaten Tabanan untuk mempelajari tata kelola air bagi keperluan bidang pertanian. Terlebih mayoritas penduduk Tabanan bermata pencaharian sebagai petani.

Dalam kunjungannya tersebut, rombongan Bupati Pinrang diterima langsung oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti di ruang kerjanya. Selanjutnya, studi dilakukan di ruang pertemuan lantai tiga kantor bupati.

Di awal pertemuan, Bupati Aslam menjelaskan, Pinrang merupakan kabupaten agraris. Sama halnya dengan Tabanan, kabupaten yang dipimpinnya juga memiliki penduduk yang sebagian besar bekerja sebagai petani. Kondisi geografis dan demografi Pinrang demikian itu juga ditunjang oleh ketersediaan air yang memadai.

Meski demikian, menurut Bupati Aslam, partisipasi masyarakat dalam memberdayakan sektor pertanian sebagai potensi unggulan masih sangat minim. Terutama dalam hal tata kelola air untuk kepentingan pertanian.

Di kesempatan yang sama, Bupati Aslam juga menuturkan keinginannya untuk melihat secara langsung desa wisata Pinge, dan yang terpenting adalah melihat secara langsung keberadaan areal persawahan bertingkat di Desa Jatiluwih yang ditetapkan sebagai bagian dari subak, warisan budaya dunia, berikut dengan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH).

Bupati Pinrang juga ingin melihat salah satu desa wisata di Tabanan yaitu, Pinge dan dilanjutkan melihat Irigasi yang ada di sawah terasering yang sudah ditetapkan oleh UNESCO yaitu Jatiluwih, bagaimana pengairan dengan menggunakan PLTMH. (man)