Masuki Masa Panen Harga Anggur Merosot Di Tingkat Petani Rp 4.000 per Kg

51
Panen anggur di Desa Dencarik Kecamatan Banjar. (ira)

Singaraja (Bisnis Bali) – Buah menjadi salah satu komoditi andalan di Kabupaten Buleleng. Namun bukan berarti para petani terlepas dari persoalan pertanian. Seringkali petani meringis karena beberapa faktor yang menyebabkan petani putus asa, seperti terkendala pemasaran, cuaca, harga pupuk tinggi hingga harga jual merosot.

Seperti halnya komoditi anggur hitam, memasuki panen raya harga anggur di tingkat petani makin hari makin menurun. Meski tidak jelas penyebabnya, petani memperkirakan stok anggur saat ini membludak sehingga harga anggur menjadi turun.

Diakui oleh salah seorang petani anggur, Made Srinadi dari Desa Dencarik Kecamatan Banjar Buleleng, menjelang panen raya, pada panen pertama harga anggur di tingkat petani sudah Rp 5.500 per kg. Setelah memasuki panen ke empat, harga buah anggur hitam justru merosot hingga Rp 4.000 per kg di tingkat petani.  (ira)