Masalah Restrukturisasi Kredit, Dominasi Aduan ke OJK

39
Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi

Denpasar (Bisnis Bali) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara mencatat selama semester I (Januari – Juni 2017) permasalahan yang diadukan konsumen masih didominasi tentang restrukturisasi kredit. Total OJK menerima 131 pengaduan dan layanan informasi  konsumen hingga Juni 2017.

Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Zulmi di Sanur, Senin (21/8) mengatakan, selain restrukturisasi kredit, permasalahan terkait lelang agunan atau jaminan serta belum diterimanya BPKB atas pelunasan pembiayaan juga banyak yang diadukan.

Sementara bila lebih diteliti, kata dia, dari total jumlah tersebut 44 di antaranya merupakan pengaduan dan  87 layanan informasi. Total pengaduan tersebut sudah 100 persen dapat diselesaikan dan tidak ada masyarakat yang sampai memanfaatkan jasa pengadilan untuk menyelesaikan sengketa.

”Berdasarkan sektornya, pengaduan terbanyak dari perbankan yang mencapai 77,27 persen atau 34 pengaduan,” katanya.

Sedangkan dari layanan informasi yang diinginkan masyarakat, kata Zulmi, berkaitan dengan klaim tabungan, pembiayaan dan kredit. Intinya semua permasalahan maupun layanan informasi yang diminta oleh masyarakat sudah dapat diselesaikan dan dilayani dengan baik.

Meski hal tersebut sudah dapat difasilitasi dengan baik, namun dengan tingginya jumlah pengaduan, kata dia, tentu saja harus diimbangi dengan penanganan  pengaduan atau ketidakpuasan konsumen secara tepat dan berimbang.

Pengaduan yang diberikan kepada OJK terus mengalami penurunan karena secara rutin pihaknya terus memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai lembaga keuangan serta literasi keuangan di Bali, sehingga banyak masyarakat yang mulai paham dengan lembaga keuangan sekarang ini.

“Untuk menangani pengaduan tersebut, OJKmemanggil pelapor maupun lembaga jasa keuangannya. Setelah itu, dilakukan upaya mediasi sehingga masalah yang diadukan bisa terselesaikan,” katanya. (dik)