Bantuan Paket Sembako Untuk warga Kurang Mampu dan Penyandang Disabilitas

22
Ketua K3S Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, memberikan bantuan paket sembako pada penyandang Disabilitas di Yayasan Bhakti Senang Hati Desa Siangan Gianyar, Senin (21/8). (kup)   

Gianyar (Bisnis Bali) – Meski dalam kondisi fisik yang terbatas, para penyandang disabilitas di Yayasan Bhakti Senang Hati tidak merasa terbatas dalam berkreativitas. Mereka tetap semangat melakukan aktivitas sehari-hari. Sebisa mungkin semua mereka kerjakan sendiri, seperti orang-orang normal lainnya.

Bahkan tidak dipungkiri di tengah keterbatasan itu, justru mereka justru lebih terpacu mengasah keterampilan diri. Seperti halnya Ketua K3S Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, memberikan bantuan paket sembako pada penyandang disabilitas di Yayasan Bhakti Senang Hati, Desa Siangan Gianyar, Senin (21/8).

Saat istirahat seusai melaksanakan kegiatan rutin di pagi hari, mereka tidak lantas duduk-duduk santai. Namun mereka mengasah diri dengan keterampilan yang sesuai dengan minat dan kemampuan yang mereka miliki. Seperti melukis, keterampilan spa, tata boga, seni ukir, menganyam dan lain lainnya. Seperti pada kunjungan itu, tampak beberapa penyandang disabilitas sedang latihan melukis.

Lukisan yang mereka buat ini nanti akan di pameran di galeri yang ada di yayasan tersebut. Seperti dituturkan oleh Pande Putu Elsyana, penyandang disabilitas asal Br. Juga, Desa Mas Kecamatan Ubud ini, tampak sangat menikmati hobinya melukis. Waktu luangnya dihabiskan untuk melatih kemampuannya melukis, yakni hasilnya nanti akan dijual jika ada yang berminat membelinya.

“Saya sudah menerima dan ikhlas dengan keterbatasan ini, tidak lagi merasa marah dan kecewa. Lewat lukisan inilah saya ingin menunjukkan kemampuan yang ada dalam diri saya ini,” tegas Putu Elsyana tabah.
Sementara itu Ketua K2S kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra mengaku bangga dengan ketabahan dan semangat dari para penyandang disabilitas ini. Kepada mereka, istri wabup Made Mahayastra ini berpesan agar jangan kekurangan fisik ini dijadikan sebuah alasan untuk menjadi rendah diri dan mengurung diri dari dunia luar. (kup)