Denpasar (Bisnis Bali) – Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISPOL) Wira Bhakti Denpasar menggelar Yudisium XXVIII, Minggu (20/8). Yudisium kali ini menjadi sangat bersejarah, karena bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-72 dan juga HUT STISPOL Wira Bhakti Denpasar.

Ketua STISPOL Wira Bhakti Denpasar, I Nengah Merta, S.Sos., M.Si., mengatakan, yudisium kali ini memang sangat spesial, karena dilaksanakan di Kampus Kebangsaan, sehingga mahasiswa dan keluarganya lebih mengenal Kampus STISPOL Wira Bhakti Denpasar dengan lebih baik, tempat putra dan putrinya mengenyam pendidikan selama ini.

Ia menambahkan, pada yudisium kali ini akan melepas 90 orang calon wisudawan yang terdiri dari Program Studi Ilmu Administrasi Negara 77 orang dan Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis 13 orang.

Menurut I Nengah Merta, lulusan kali ini memiliki kesiapan untuk terjun ke dunia kerja, karena telah dibekali dengan softskill. Apalagi untuk Prodi Ilmu Administrasi Bisnis yang merupakan program unggulan. “Prodi Ilmu Administrasi Bisnis, kami rancang kurikulum yang memang dibutuhkan dunia kerja. Hal ini ternyata cukup menarik bagi lulusan SMA/SMK, sehingga banyak yang melirik dan memilih Prodi Ilmu Administrasi Bisnis,” katanya.

Dari Prodi Ilmu Administrasi Bisnis ini akan lahir entrepreneur yang mampu menyerap tenaga kerja dan bukan malah berebut mencari lowongan kerja.

Sementara itu, Prodi Ilmu Administrasi Negara yang saat ini sudah berubah menjadi Prodi Administrasi Publik, juga tidak kalah bersaing dengan Administrasi Bisnis. “Para mahasiswa Administrasi Publik ini 98 persen memang sudah terserap oleh dunia kerja, terutama pada instansi-instansi pemerintah. Untuk itu saya berharap, setelah lulus nanti, mereka dapat meningkatkan kualitas dirinya, sehingga apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja tempat mereka mengabdi selama ini dapat terpenuhi dan bisa memberikan pelayanan paripurna bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Nengah Merta, lulusan ini harus lebih memahami tentang pelayanan publik, manajemen publik, birokrasi, cara seorang administrasi mengelola instansi pemerintahan.

Untuk mencapai hal tersebut, para mahasiswa di STISPOL Wira Bhakti memang harus lebih banyak dibekali dengan praktik kerja di lapangan, karena peluang kerja sangat terbuka lebar, sehingga para lulusan harus siap bersaing baik di instansi pemerintah maupun swasta. “Agar lulusan bisa bersaing para mahasiswa kami berikan 60 persen praktik di lapangan, dengan mengkolaborasikan antara teori dan praktik maka para mahasiswa siap pakai dan siap bersaing,” katanya.

Mahasiswa  lebih banyak dibekali dengan praktik di lapangan, karena Nengah Merta yakin teori tidak bisa 100 persen menyelesaikan persoalan di dunia kerja. Namun, dengan pengalaman yang dipadukan dengan teori yang didapat selama di bangku kuliah, mereka bisa mengatasi berbagai persoalan dengan lebih percaya diri. (ad1.706)