Perkuat Pariwisata Bali Kemacetan dan Keamanan harus Jadi Perhatian Serius

91
Wisatawan berlibur ke Bali berharap merasakan merasa aman dan nyaman dan tidak terjebak dalam kemacetan lalu lintas. (kup)

Bali sudah meraih penghargaan TripAdvisor Travellers Choice Award untuk Bali sebagai World’s Best Destination. Sejauhmana upaya penanganan masalah kemacetan dan masalah keamanan akan menentukan penguatan pariwisata Bali dalam persaingan pariwisata internasional?

BERTAHAN menjadi destinasi terbaik dunia, pariwisata Bali mesti terpacu untuk berbenah. Masyarakat dan stakeholder pariwisata mesti berbenah dengan menambah jumlah destinasi dan daya tarik wisata.
Dengan predikat Bali sebagai destinasi terbaik di dunia 2017, pariwisata Bali wajib berbenah  dari segala lini. Masalah penanganan stabilitas keamanan dan kemacetan perlu menjadi prioritas karena kenyamanan menjadi penentu wisatawan berlibur ke Bali.
Ketua INCCA Bali, IB Surakusuma mengatakan keamanan Bali wajib menjadi perhatian serius pemerintah guna menjadikan Bali tetap sebagai destinasi terbaik.
Predikat destinasi terbaik di dunia sudah mampu mengangkat image pariwisata Bali. Bali sebagai bagian pariwisata Indonesia bisa disejajarkan destinasi lain di dunia seperti di Thailand, Singapura, dan kawasan lainnya.
Pariwisata Bali akan mendapatkan banyak tantangan untuk mempertahankan penghargaan the best destination. Untuk mempertahankan  predikat the best destination pariwiaata Bali tidak hanya membenahi masalah kebersihan dan penanganan sampah. Sebagai kawasan pariwisata dunia, Bali yang terpenting mesti memperhatikan masalah keamanan.
Konsul Kehormatan Polandia untuk Bali memaparkan wisatawan berlibur ke Bali ingin menikmati keindahan pariwisata Bali dengan rasa yang nyaman. Untuk itu, pariwisata Bali mesti memberikan rasa aman dengan menjaga keamanan Bali agar tetap kondusif.
Pemberitaan termasuk melalui media sosial terkait tindakan kriminal yang menjadikan wisatawan sebagai korban. Tidak hanya itu, bahkan kasus terakhir seorang aparat  keamanan menjadi korban kriminal dan senjata aparat keamanan tersebut ini direbut pelaku.
Menurutnya, pemerintah wajib melihat kasus kejahatan yang terjadi di kawasan pariwisata Bali mesti ditangani secara cepat. Ini dikarenakan kasus kejahatan di kawasan pariwisata bisa menjadi bumerang bagi pariwisata Bali. “Jika keamanan ini tidak ditangani dengan baik, penghargaan destinasi terbaik dunia bagi Bali sulit dipertahankan,” ucapnya.
Ia meyakinkan masalah kepadatan penduduk bisa berimbas masalah sosial seperti tindakan kriminal. Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah kabupaten/kota wajib memiliki jurus-jurus tegas dan berpikir apa yang terbaik untuk Bali dan masyarakatnya. “Yang terpenting pemerintah tetap berpikir menjaga adat-istiadat dan tradisi Bali,” ucapnya.
Ia meyakini penduduk Bali yang sudah terlalu padat mesti diikuti dengan kebijakan pemetaan pasar pariwisata Bali. Ke depan pariwisata Bali perlu menggarap wisatawan berkualitas.
IB Surakusuma menambahkan, jika hanya menekankan penambahan wisatawan dari sisi kuantitas Bali akan dipenuhi wisatawan budget dan backpeaker. Banyak wisatawan budget ini yang akan berdampak pada berkurang carying capacity Bali.
Kadisparprov Bali AA Gede Yuniartha Putra  mengatakan, masalah kemacetaan di Bali mesti ditangani dengan dengan berbagai cara. Pertama kemacetan ini diurai dengan mengarahkan wisatawan ke Bali Utara, Bali Utara dan Bali Barat. (kup)