Kebaya Jadi Unggul dalam Penjualan Busana Adat Bali

93

Denpasar (Bisnis Bali)- Inovasi kebaya yang saat ini dibuat dalam bentuk pakaian jadi, masih menjadi pilihan masyarakat. Hal ini dikarenakan pakaian jadi, baik itu kamben (kain) ataupun kebaya lebih praktis dan ekonomis, sehingga lebih diminati masyarakat.

Salah seorang pedagang kebaya di Pasar Badung Cokroaminoto, Dewitra, mengaku, penjualan kebayanya  lebih laris untuk yang jadi. Selain penggunaannya yang praktis dan harga ekonomis, berbagai varian motif dan bentuk juga menjadi daya tarik masyarakat untuk membelinya. “Kebaya jadi itu sangat praktis bagi masyarakat, yang tidak perlu lagi ke tukang jahit dan tentunya juga lebih irit ongkos jahit. Hal ini yang menjadikan kebaya jadi menjadi pilihan masyarakat saat ini,” katanya.

Beberapa jenis pakaian jadi yang dijualnya seperti kebaya sofia dengan tekstur kain yang elastis, kebaya jadi tile, kamben licra dan plisket. Dia mengatakan, untuk kebaya yang paling laris saat ini adalah kebaya jadi tile, sedangkan untuk kamben yang lebih laris adalah, jenis plisket. “Kebanyakan bahan untuk pakaian jadi bersifat elastis, sehingga bisa disesuaikan dengan bentuk tubuh konsumen,” tambahnya.

Disinggung soal harga, dikatakannya, bervariasi, mulai dari kebaya Rp 65.000 untuk grosir, sedangakan Rp 80.000 untuk eceran. Sedangkam untuk kamen yang jenis licra dijual dengan harga Rp 50.00p untuk pembelian grosir, sedangkan Rp 55.000 untuk eceran. Dan untuk jenis plisket harganya dimulai Rp 55.000 untuk pembelian grosir, sedangkan untuk eceran Rp 60.000 per pcs.

Hal senada dikemukakan pedagang lainnya, Tri Wahyuni. Ia mengaku, penjualan busana adat Bali, lebih didominasi pakaian jadi. Dia mengatakan, biasanya pakaian jadi yang dijualnya terutama kamben untuk digunakan pada acara-acara kundangan dan sembahyang di rumah. Menurutnya, kamben jadi yang ada saat ini masih terlihat sopan karena menyerupai dengan kamben lembaran. “Meskipun demikian, kebanyakan pakaian jadi digunakan untuk acara yang lebih santai, kalau ke Pura jarang saya lihat pakai kamben jadi,” jelasnya.(wid)