Cegah Kemacetan di Kawasan Wisata Pemerintah harus Miliki Aturan Tegas

76
MACET – Kawasan pariwisata di Bali Selatan rentan dengan kemacetan, sehingga diperlukan solusi untuk mengatasinya. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Kemacetan di kawasan pariwisata di Bali, jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak terhadap sulitnya mempertahankan penghargaan Bali sebagai destinasi terbaik. Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Bali, Putu Anom, Sabtu (20/8) mengatakan, pemerintah harus memiliki aturan tegas dalam pemanfaatan ruas jalan terutama di kawasan sentral pariwisata.

Ia mengungkapkan, ruas jalan di kawasan pariwisata di Bali Selatan relatif sempit. Kondisi ini diperparah dengan pemanfaatan ruas jalan untuk parkir kendaraan. Jalan di kawasan pariwisata Denpasar, Badung dan Gianyar relatif sempit. Penyebab kemacetan banyaknya kendaraan mobil parkir di pinggir jalan. Penggunaan badan jalan untuk parkir sebagai penyebab kemacetan.

Dipaparkannya, banyak masyarakat di kawasan wisata tidak memiliki garase. Usaha-usaha pariwisata akomodasi, restoran, dan tempat hiburan tidak dilengkapi parkir.

Lebih lanjut dikatakannya, pemanfaatan parkir badan jalan mesti ditertibkan pemerintah. Pelanggaran parkir di badan jalan harus diberikan sanksi tegas.

Di samping penertiban parkir, pemerintah perlu mengupayakan pembangunan sentral parkir dengan memanfaatkan kawasan publik. Hal ini termasuk mewajibkan sekolah termasuk perusahaan dan usaha pariwisata dilengkapi parkir bawah tanah.

Menurutnya, pemerintah daerah mengevaluasi jumlah kendaraan. Ini dikarenakan, jumlah kendaraan sudah tidak sepadan dengan ruas jalan. Kendaraan luar daerah yang menetap operasi di Bali harus ditertibkan sesuai aturan,pemerintah daerah jangan hanya mengejar peningkatan pajak kendaraan bermotor (PKB) saja.(kup)