Budi Daya Singkong Gajah Hasil Empat Kali Singkong Biasa

131

BUDI DAYA varietas singkong gajah memberikan keuntungan yang sangat besar bagi petani, bahkan hasil yang diperoleh bisa mencapai empat kali lipat singkong biasa. Bila petani membudidayakan singkong biasa hasil yang diperoleh hanya 1,2 kg per pohon, sedang budi daya varietas singkong gajah rata-rata menghasilkan 7,8 kg per pohon.

AAN Badung Sarmuda Dinata, peneliti  Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali (BPTP Balitbangtan-Bali) menuturkan, varietas singkong gajah saat ini telah dikembangkan di Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Sebagai pembina kelompok Tani Ternak Kerti Winangun, ia mengatakan dipilihnya varietas ubikayu gajah karena produksinya sangat tinggi yakni berat umbi bisa mencapai 15-20 kg. Untuk luas lahan 1 ha rata-rata bisa menghasilkan 80-100 ton. “Bila singkong dijual dengan harga Rp 1.500/kg maka bisa mendapatkan Rp 120 juta. Dipotong biaya tenaga kerja Rp 40 juta dan pupuk organik Rp 10 juta, maka akan diperoleh keuntungan Rp 70 juta per hektar sekali panen,” tandasnya. Dibandingkan dengan varietas singkong atau ubikayu lokal yang hanya menghasilkan umbi rata-rata 0,75-1,5 kg, budi daya ubikayu gajah dapat meningkatkan keuntungan bagi petani sebesar 4 kali lipat. Penghasilan tersebut belum termasuk hasil penjualan stek dan daun ubikayu untuk sayur dan pakan ternak.

Singkong gajah merupakan salah satu jenis singkong unggulan dari Kalimantan Timur. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah maupun dataran sedang, tetapi singkong tidak bisa tumbuh baik di daerah yang sering tergenang air. “Saat ini budi daya singkong menjadi salah satu alternatif pertanian untuk mendapatkan penghasilan lebih. Karena permintaan singkong untuk industri cukup tinggi, apalagi singkong bisa diolah menjadi tepung,” ucapnya.

Dengan demikian peluang usaha untuk membudidayakan tanaman singkong gajah sangat terbuka.

Untuk memulai budi daya seperti biasa lakukanlah pengolahan tanah yaitu penggemburan dan dicampur dengan pupuk kandang. Pola penanaman ubi kayu varietas gajah ini hampir sama dengan jenis ubi kayu lokal. “Ubi kayu ditanam dengan jarak tanam 1 x 1 meter. Pemberian pupuk hanya berupa pupuk organik sebanyak 10 ton/ha,” tuturnya. Pemupukan dilakukan dengan cara menebar pada saat proses pengolahan tanah. Melihat hasil yang menjanjikan budi daya singkong gajah terus berkembang hingga saat ini sudah ditanam pada lahan seluas 4 ha di Desa Bukti. (pur)