Denpasar (Bisnis Bali) – BPJS Ketenagakerjaan kantor wilayah Bali Nusa Tenggara Papua (Banuspa) pada 2017, telah membayarkan 31.382 peserta dengan total Rp 362,08 miliar. Pembayaran klaim tersebut dengan rincian jaminan hari tua mencapai 28.881 tenaga kerja dengan total klaim Rp 339,27 miliar, jaminan kecelakaan kerja kasus (JKK) 962 kasus dengan total klaim Rp 11,934 miliar. Jaminan kematian kasus (JKM) mencapai 502 kasus dengan total klaim Rp 9,879 miliar dan jaminan pensiun kasus (JPN) 986 kasus dengan total klaim Rp 1.000.934.589.

“Pembayaran jaminan terbanyak adalah program jaminan hari tua. Dari total 31.382 kasus jaminan tersebut, 94 persennya atau 28.881 tenaga kerja yang melakukan pengajuan klaim JHT karena mengundurkan diri dari pekerjaannya,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banuspa Kuswahyudi di Renon, Kamis (17/8) kemarin.

Ia mengungkapkan, terkait dengan pelaksanaan program JKK, kategori akibat kecelakaan kerja selama 2017 terdapat 962 kasus dengan jumlah pembayaran Rp 11,934 miliar. Jumlah tersebut dengan rincian meninggal dunia 37 kasus dengan nominal Rp 11,934 miliar, cacat fungsi 19 kasus dengan nominal Rp 124, 904,773 dan cacat sebagian 18 kasus dengan nominal Rp 307,629.532.

“Sementara yang sembuh 410 kasus dan kasus yang masih dalam perawatan 401 kasus,” ujarnya.

Ia juga menekankan, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banuspa pada 2017 telah bekerja sama dengan 411 fasilitas kesehatan trauma center di antaranya 94 rumah sakit, 310 klinik atau puskesmas dan 7 balai latihan kerja. Menurutnya, trauma center ini merupakan fasilitas kesehatan untuk melayani peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kecelakaan kerja.

“Perawatan di trauma center dilakukan hingga peserta dapat kembali bekerja,” ucapnya.

Bagi tenaga kerja yang mengalami kecacatan, BPJS ketenagakerjaan dengan Balai Latihan kerja melalui program return to work (RTW) dengan memberikan pelatihan kepada peserta yang mengalami kecacatan.

“Saat ini, 2.363 perusahaan telah mendukung program RTW,” imbuhnya.(dik)