Denpasar (Bisnis Bali) Perayaan hari kemerdekaan, umumnya diselenggarakan berbagai kegiatan, seperti karnaval. Peluang tersebut biasanya  mendatangkan keuntungan bagi para pelaku usaha penyewaan kostum. Khususnya busana Nusantara. Namun HUT ke 72 RI kali ini, terjadi penurunan hingga 50 persen, dibandingkan tahun lalu.

Dewa Ayu Werdana Asih, pemilik Cahya Atsyuka Salon, di depan SMA 3 Denpasar memaparkan, penyewaan kostum busana Nusantara mengalami penurunan hingga 50 persen. “Sekarang permintaan busana Nusantara turun drastis. Karena kegiatan  kemerdekaan saat ini lebih kepada pelestarian budaya dan ke tradisi, tidak sekedar karnaval seperti tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.

Saat ini pelajar sudah lebih kreatif, sehingga kegiatan yang  dilakukan lebih banyak kepada pentas sendratari bertema kemerdekaan. “Sekarang busana yang banyak dicari, ya busana tradisional Bali (tari Bali). Hal ini sangat positif bagi perkembangan kreativitas anak,” tandasnya. Namun untuk anak-anak TK, masih banyak yang menggelar karnaval, inilah yang masih mendongkrak permintaan busana Nusantara.

Untuk biaya penyewaan, tergantung jenis busana. Dibandrol mulai Rp 45 ribu hingga Rp 250 ribu. “Untuk tarif tergantung jenis busana. Kami menyediakan beragam jenis busana dengan berbagai ukuran, sehingga semua kebutuhan konsumen dapat terpenuhi,” ucapnya. Apalagi perkembangan fashion saat ini sangat pesat, sehingga masyarakat juga menuntut adanya inovasi.

Selain menyewakan kostum untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, pihaknya juga siap membuatkan kostum sesuai dengan kebutuhan konsumen. “Banyak konsumen yang datang membawa desain sendiri, kami siap untuk membuatkan. Jadi, apapun keinginan pelanggan kami bisa penuhi,” tandasnya. (pur)