“Cross Border” Dukung Kunjungan Wisman ke Indonesia

136
GELIAT - Penggarapan wisata "cross border" untuk menggeliatkan pariwisata Indonesia. (kup)

Mangupura (Bisnis Bali) – Luas bentang Indonesia yang begitu panjang, sehingga sangat tepat menerapkan wisata cross border. Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata RI, Prof. Dr. I Gde Pitana, M.Sc., Senin (14/8) mengatakan, penggarapan wisata cross border akan mampu menopang target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Ia mengungkapkan, persentase wisatawan mancanegara (wisman) melewati lintas batas di berbagai negara ke Indonesia sangat besar. Ini terutama wisatawan melalui transportasi darat (overland).

Ia menjelaskan, negara lain seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand cross border mereka sangat tinggi. Malaysia kunjungan wisatawan perbatasan langsung cross border mencapai 66 persen. Sementara kunjungan wisman negara lainnya ke Malaysia hanya 34 persen. Belanda wisman perbatasan langsung 93 persen dan wisman negara lainnya hanya 7 persen.

Dipaparkannnya, wisman perbatasan dapat diperoleh dengan relatif mudah dan cepat. Ini dengan kontribusi yang signifikan terhadap total kunjungan wisman dan manfaat lainnya. Untuk itu, mengingat Indonesia berbatasan dengan beberapa negara, maka perlu mengembangkan wisata perbatasan (cross border).

Lebih lanjut dikatakannya, wisata cross border ini tidak hanya mempertimbangkan kepentingan ekonomi. Ini juga mempertimbangkan dari sisi politik, sosial dan budaya. Ini terutama meningkatkan harga diri bangsa di depan negara lain.

Pitana menegaskan, potensi pendapatan dari wisata cross border ini sangat besar. Ini karena begitu orang masuk dari luar negeri maka perekonomian masyarakat di sekitar perbatasan ini akan hidup.

Ia mencontohkan wisata cross border ini akan membuat perekonomian akan hidup. Ini meliputi pasar, warung, rumah makan dan restoran akan hidup. Dengan wisata cross border, hotel dan home industry akan tumbuh. “Ini merupakan dampak pengembangan pariwisata di daerah perbatasan,” katanya. (kup)