Jaga Kulit Bayi, Pemilihan Minyak Telon harus Tepat

187

 Denpasar (Bisnis Bali) – Penggunaan minyak telon untuk perawatan bayi sudah menjadi tradisi yang dipercaya turun temurun oleh para ibu rumah tangga. Aromanya yang khas dan rasa hangat yang diberikan minyak telon, mampu memberikan beragam manfaat bagi buah hati.

“Namun bayi memiliki beberapa bagian kulit yang sensitif, karena itu untuk menghindari masalah pada kulit bayi sederet manfaat minyak telon tersebut harus didukung pula pemahaman terhadap pemilihan produk minyak telon yang tepat,” ujar General Manager Brand Portfolio Startegy & Innovation My Baby, Dahlia Yolanda.

Lanjutnya, dari hasil riset yang  tahun ini dilakukan oleh My Baby terhadap 2.000 ibu berusia 20 hingga 45 tahun, terungkap bahwa halal, manfaat produk, dan merek terpercaya menjadi tiga hal utama yang menjadi pertimbangan para ibu dalam memilih produk minyak telon plus. “Bahkan 99 persen ibu menyatakan produk minyak telon plus juga harus halal,” ungkapnya. Dengan tiga hal utama itu, 8 dari 10 ibu menjadi lebih percaya diri karena sudah melindungi juga merawat bayinya dengan aman, dan bangga karena sudah memberikan produk yang terbaik untuk buah hati.

“Berdasarkan hasil riset tersebut, kami berinisiatif menghadirkan kampanye 3 Cek Kepercayaan Ibu, yaitu Cek Halal, Cek Manfaat, dan Cek Kualitas sebagai panduan para ibu dalam memilih merek minyak telon plus yang tepat,” katanya. Selain meluncurkan kampanye 3 Cek Kepercayaan Ibu, pihaknya sekaligus melengkapi produk minyak Telon Plus dengan sertifikat Halal dari MUI.

Mengenai penggunaan minyak telon, Alyssa Soebandono, artis dan seorang ibu menyatakan, gembira dengan hadirnya kampanye ‘3 Cek Kepercayaan Ibu’ ini, karena sudah menjadi tradisi dalam keluarganya untuk selalu mengaplikasikan minyak telon pada tubuh anak agar mereka selalu mendapatkan perlindungan yang optimal. Namun, dia mengakui, banyaknya pilihan merek minyak telon seringkali membuatnya bingung. “Kampanye 3 Cek ini membantu saya dan ibu-ibu lainnya memilih merek minyak telon yang tepat, sehingga anak terbebas dari berbagai risiko yang dapat membahayakan,” tandas Alyssa. (aya)