Keamanan Bali harus Terjaga

186
KONVENSI - Pelaksanaan konvensi di Bali yang perlu mendapatkan pengamanan dari pemerintah. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Bali menjadi satu tempat pilihan wisatawan MICE melakukan kegiatan meeting dan konvensi. Ketua INCCA Bali, IB. Surakusuma, Jumat (11/8) mengatakan, melihat kasus kekerasan yang menelan korban pihak kepolisian sebagai korban, pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap pengamanan kawasan sentra pariwisata.

Ia mengungkapkan, selain kawasan sentra pariwisata seperti kawasan perhotelan, pemerintah harus memberikan perhatian keamanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Wisatawan atau delegasi peserta meeting atau konvensi akan masuk ke Bali melalui bandara.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan konvensi akan dihadiri pejabat setingkat menteri dan kepala negara. Hal ini perlu dipersiapkan ruang VIP 1 baik menggunakan terminal kedatangan internasional maupun terminal kedatangan domestik.

Dipaparkannya, sama dengan penjemputan dan pengawalan delegasi konvensi harus dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. Otoritas Bandara Ngurah Rai tentunya akan memberikan atensi khusus untuk penanganan konvensi IMF dan Bank Dunia 2018. Kedatangan dan penjemputan serta pengawalan delegasi tidak menganggu penerbangan atau penumpang yang lain.

Lebih lanjut dikatakannya, terkait kemacetan yang terjadi di depan pintu masuk bandara bisa saja disiapkan fasilitas semacam underpass. Fasilitas ini diharapkan mengurangi tingkat kemacetan yang terjadi menuju kawasan bandara maupun menuju akses jalan tol Bali Mandara.

Menurut Konsul Kehormatan Polandia untuk Bali, yang terpenting dalam penanganan wisatawan MICE termasuk delegasi konvensi adalah masalah keamanan. “Pasar MICE sangat sensitif dengan masalah keamanan sehingga perlu perhatian serius pemerintah,” katanya. (kup)