Abon Lele, Olahan Bernutrisi Memberi Nilai Tambah Petani

130

MASYARAKAT Bali belum banyak yang mengetahui iklan lele dapat diolah menjadi abon. Selama ini lele lebih banyak dimanfaatkan sebagai pecel lele saja.  Untuk mengantisipasi anjloknya harga lele saat produksi berlimpah, Kelompok Wanita Tani Sari Nadi, Banjar Tengah Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, berupaya mengolah lele menjadi abon.

Ayu Rai Eni, Ketua KWT Sari Nadi menuturkan, pihaknya berupaya mengolah ikan lele menjadi abon awalnya karena produksi yang berlimpah dan untuk mengendalikan harga. Selain itu, abon ini memberikan nilai tambah pada ikan lele.

Ikan lele termasuk jenis ikan air tawar yang memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi. “Ikan lele nutrisinya sangat tinggi, tetapi terkadang orang enggan mengkonsumsinya karena bentuknya yang menggelikan. Selain itu anak-anak juga agak sulit mengkonsumsi ikan, sehingga dengan dibuat menjadi abon akan mampu menarik minat anak-anak,” ucapnya.

Di dalam abon lele  terkandung kadar kolestrol yang rendah dan kadar protein yang tinggi sehingga sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak. Selain proteinnya tinggi juga aman karena duri ikan sudah dibuang.

“Kelebihan abon lele ini adalah kadar lisin dan leusinnya yang cukup banyak. Leusin  merupakan asam amino esensial yang berguna untuk perkembangan dan pertumbuhan anak-anak serta menjaga keseimbangan nitrogen,” tuturnya. Leusin juga bermanfaat untuk membentuk protein otot sehingga abon lele baik untuk ibu hamil dan anak-anak.

“Dari segi rasa, abon lele tidak jauh berbeda dengan abon sapi atau ayam. Bau amis dari ikan sudah hilang oleh campuran bumbu-bumbunya, sehingga anak-anak pasti suka,” tukasnya. Pengolahan abon lele ini juga cukup mudah, sehingga menjadi bisnis yang menjanjikan. Bahan dasarnya yang mudah didapat dan harganya terjangkau membuat abon lele juga lebih ekonomis ketimbang abon lainnya. (pur)