Budi Daya Lele Bisa Manfaatkan Lahan Sempit  

226

BUDI daya lele saat ini makin prospektif untuk dikembangkan, melihat konsumsi ikan khususnya lele di Bali terus mengalami peningkatan. Lahan sempit tidak menjadi halangan bagi masyarakat yang ingin membudidayakan ikan lele. Lele adalah jenis ikan yang mampu hidup di berbagai media air, sehingga untuk memelihara ikan inipun tergolong cukup mudah daripada jenis ikan lainnya.

Untuk membudidayakan lele di lahan dua hingga empat meter, sudah bisa membuat satu kolam lele dengan kapasitas lima ribu ekor. Dengan demikian, budi daya lele juga dapat dikembangkan di daerah perkotaan.

Kabid Pemberdayaan Pembudidaya Ikan, Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan, Ir. I Kade Artina, M.Si. memaparkan, untuk budi daya di lahan sempit penggunaan kolam terpal sangat cocok. Metode seperti ini ternyata tidak hanya baik untuk yang memiliki lahan sempit namun juga yang memiliki modal terbatas. Budi daya ikan lele di tempat yang sempit dengan kolam terpal,  selain harganya yang sangat terjangkau juga mudah dalam pembuatannya, ucapnya.

Meski demikian, bila  ingin membudidayakan ikan lele, memang membutuhkan perlakuan khusus agar budi daya memberikan hasil yang menguntungkan bagi petani ikan. Dengan perlakuan khusus biaya produksi termasuk biaya pakan dapat ditekan dan hasil panen bisa lebih tinggi, ucapnya. Sistem bioflok merupakan metode budi daya ikan lele modern, yang saat ini sudah mulai digunakan petani ikan lele walaupun dalam skala yang masih sangat kecil. Dengan sistem bioflok ini, petani ikan tidak terlalu dibebani masalah pakan dan hasilnya pun lebih maksimal.

Metode bioflok seperti ini menggunakan alat bantu yaitu aerator, untuk meningkatkan hasil produksi dan meminimalisasi risiko gagal atau kematian benih. Aerator adalah mesin pembuat gelembung udara yang fungsinya untuk peningkatan kadar oksigen dalam air. Aerator ini ternyata juga dapat digunakan untuk merangsang peningkatan nafsu makan bibit lele yang masih berumur di bawah 25-30 hari, tandasnya. Dengan demikian bibit lele akan lebih cepat besar dibandingkan dengan metode budi daya konvensional yang biasanya. (pur)