Lomba ’’Fashion Show’’ Tenun Ikat Angkat Eksistensi Endek Khas Buleleng

271
Lomba fashion show tenun ikat serangkaian Bulfest 2017. (ira)

Singaraja (Bisnis Bali)- Tumbuhnya minat masyarakat untuk memakai endek dalam kehidupan sehari – hari, membuat eksistensi kain endek semakin terangkat.  Kain endek atau yang dikenal tenun ikat tidak hanya dikenal di pasar lokal, namun mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Peminat atau pengguna endek pun kini dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai kelas menengah hingga atas. Salah satu contoh, tenun ikat  khas Kabupaten Buleleng yang sudah dikenal di berbagai daerah khusunya di Bali hingga di dunia.Tidak ketinggalan ajang fashion show, turut menampilkan endek yang diinovasikan baik sebagai gaun, casual hingga rancangan unik oleh desainer.

Seperti pada malam ketiga pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) ke V tahun 2017, dimana menampilkan tenun ikat khas Buleleng dalam fashion show. Keindahan Tenun Ikat khas Buleleng ini pun, semakin lengkap kala dikenakan ke 36 peserta Lomba Fashion Show dari OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Buleleng, BUMN/BUMD Buleleng di Panggung Utama Kawasan Tugu Singa Ambara Raja serangkaian Buleleng Festival ke- 5. Lomba  yang menampilkan pakaian tenun ikat khas Buleleng, yang dikenakan para peserta lomba memperagakan busana tenun ikat khas Buleleng secara berpasangan serta memukau para penonton yang hadir.

Ketua panitia lomba yang sekaligus menjabat sabagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng, Drs. Ketut Suparto, MMA  ini mengatakan, lomba fashion show dengan menggunakan tenun ikat ini bertujuan untuk mempromosikan tenun ikat khas Buleleng,  salah satunya dengan menyosialisasikan penggunaannya di masyarakat event-event seperti lomba fashion. “Kita terus sosialisasikan, salah satunya lewat fashion show ini, indahnya batik tenun ikat jika dipakai busana resmi atau santai,” ungkapnya. (ira)