Festival Layang-layang Jadi Atraksi Budaya

307
 DAYA TARIK - Festival layang-layang akan menjadi daya tarik pariwisata. (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Atraksi layang-layang berkaitan budaya pertanian di Bali. Ketua INCCA Bali, IB. Surakusuma, Sabtu (5/8) mengatakan, festival layang-layang akan menjadi bagian daya tarik pariwisata untuk disuguhkan kepada wisatawan.

Ia mengungkapkan, budaya layang-layang ini harus dipertahankan. Dalam perkembangannya, layang-layang sudah dibuat dalam berbagai jenis, termasuk berbagai jenis layangan kreasi.

Ia menjelaskan, layangan kreasi ini ditampilkan dalam berbagai figur yang unik dan menarik. Layangan dibuat dalam ukuran besar. Kreativitas anak muda membuat ukuran layangan yang lebih besar. Layangan ini dibuat sepanjang tahun.

Konsul Polandia untuk Bali ini memaparkan, kini festival layang-layang ini dilaksanakan saat musim kering dan angin kencang. Festival layang-layang ini banyak dilaksanakan di Bali sekitar bulan Juli-Agustus.

Lebih lanjut dikatakannya, melalui festival layang-layang ini, dilaksanakan untuk membuktikan budaya layang-layang  patut dipertahankan dan dilestarikan.

Dalam pelaksanaan festival layang-layang, tentu akan menimbulkan dampak negatif. Hal ini memunculkan kemacetan akibat transportasi layangan dengan ukuran besar.

Menurutnya, budaya bermain layang-layang mesti dipertahankan. Hal ini termasuk berbagai layangan kreasi yang ditampilkan secara kreatif. Festival layang-layang merupakan bagian daya tarik wisata.

Tempat pelaksanaan festival harus dipilih tempat yang pas agar tidak mengganggu lalu lintas. Kegiatan bermain layang-layang jauh dari jalan raya, sehingga tidak membayakan pengendara kendaraan bermotor.

Ia melihat masyarakat banyak dilibatkan dalam festival layang-layang. Budaya layang-layang menjadi pendidikan bagi masyarakat.

IB. Surakusuma menambahkan, pembuatan layang-layang merupakan pendidikan budaya kepada  generasi muda. Banyak festival layang-layang sudah ditampikan masyarakat dengan lomba antar banjar. (kup)