CIA Pemayun Perempuan Bali harus Mampu Pertahankan Adat dan Budaya  

165
CIA Pemayun, S.H., M.H.

MENJADI perempuan Bali dituntut untuk multitasking dengan memiliki sejuta profesi baik itu sebagai ibu rumah tangga, hidup bermasyarakat (menyama braya-red) hingga membantu suami dalam memenuhi perekonomian rumah tangga. Hal ini yang menjadikan CIA Pemayun, S.H., M.H., sebagai pemerhati perempuan terus mendorong perempuan Bali untuk menjadi perempuan yang tangguh dan mandiri.

Saat ditemui pada acara UJi Kompetensi Tata Rias Pengantin (TRP) dan Tata Kecantikan Kulit (TKK), yang digelar oleh LKP Agung, Minggu (6/8) kemarin, dia memberikan semangat pada perempuan yang dengan keahlian setelah lulus mengikuti uji kompetensi. Dia mengharapkan perempuan Bali mampu menjaga adat dan budaya yang dimiliki. “Di tengah kombinasi yang terjadi pada dunia tata rias pengantin yang lebih ke modern saat ini, saya harapkan agar perempuan Bali tetap bisa mempertahakan pakem-pakem yang dimiliki, sehingga adat dan budaya kita juga tetap terjaga,” katannya.

Lebih lanjut dia mengatakan, keberadaan LKP Agung yang memberikan kesempatan bagi perempuan untuk melakukan kursus kecantikan dengan biaya yang sangat minim serta berbagai fasilitas untuk menciptakan perempuan yang memiliki keahlian, tentunya sangat membantu. Dengan ini, perempuan mampu berkembang, mampu menciptakan peluang usaha dengan keahlian yang dimiliki, serta mampu menjadi perempuan yang mandiri serta diberi kesempatan untuk membantu memenuhi perekonomian di rumah tangga dengan waktu yang fleksibel. “Kemajuan teknologi saat ini dan fasilitas online telah mendukung berbagai sektor, tentunya ini bisa jadi peluang bagi perempuan yang tidak harus membutuhkan modal yang besar dan harus memiliki salon, namun dengan memaksimalkan fasilitas online ini juga bisa membantu mengembangkan usaha yang ditekuni,” katanya.

Sebagai pemerhati perempuan, dia berkeinginan untuk membantu ibu-ibu untuk bagaimana sebagai perempuan Bali bisa mempertahankan kebudayaan dan keluarga dengan memberikan pikiran-pikiran yang positif. Yang paling penting, menurutnya, ke depannya yaitu di samping perlu adanya pembinanan ekonomi, namun juga mental dan dijauhklan dari hal-hal yang negatif.

Sejauh ini, CIA Pemayun mengaku bangga akan keberadaan perempuan Bali yang telah berkembang luar biasa menjalankan kehidupannya. Dia melihat sebagaian besar perempuan Bali saat ini giat bekerja, yang tidak hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Dia berharap perempuan Bali selalu mampu untuk menjadi perempuan yang tangguh dan mandiri, tetap mempertahankan rumah tangga serta tidak melupakan kewajiban sebagai ibu rumah tangga. (wid)