YKB Sayangkan SGB masih tetap Beroperasi

Kasus korban PT Solid Gold Berjangka (SGB) telah ditangani oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Denpasar (bisnisbali.com) –Kasus korban PT Solid Gold Berjangka (SGB) telah ditangani oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Namun  Ketua Yayasan Konsumen Bali (YKB), Ketut Udi Prayudi, menyayangkan perusahaan tersebut masih saja beroperasi.

Udi Prayudi menyayangkan pemerintah yang terkesan lamban menangani hal tersebut, padahal sudah jelas banyak masyarakat Bali yang menjadi korban. “Pemerintah harus bertindak tegas memberikan perlindungan kepada masyarakat Bali. Jangan sampai makin banyak masyarakat yang jadi korban SGB. Pemerintah harus tutup sementara operasional SGB sampai diselesaikannya masalah ini,” ucap Udi geram.

Lebih lanjut dikatakan, dari beberapa kali pertemuan DPRD yang dihadiri stakeholder sangat jelas pelanggaran yang dilakukan SGB. Ia mempertanyakan, mengapa perusahaan yang tidak mengantongi izin di Bali tersebut, masih dengan leluasa membodohi masyarakat Bali, apalagi DPRD Bali sudah dengan jelas mengeluarkan rekomendasi penutupan sementara SGB.

“Pemerintah dong yang punya kewenangan, jangan adem ayem dan segera bertindak. Pemerintah harus tegas, melindungi masyarakat Bali,” tandasnya.

Kalau instansi yang berwenang tidak bisa bersikap tegas baik di provinsi maupun di kota, dirasa perlu menghadap walikota dan gubernur agar perusahaan yang dapat memiskinkan masyarakat Bali tersebut ditutup.

Untuk diketahui sebelumnya telah ada pertemuan antara korban SGB, pihak SGB, dan Bappebti yang dimediasi oleh DPRD Provinsi Bali. Dalam pertemuan tersebut sudah terungkap pelanggaran yang dilakukan SGB dan sudah diputuskan akan dikeluarkan rekomendasi penutupan SGB. Pihak Bappebti menyatakan akan melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut, apakah ada pelanggaran atau tidak.

Saat ini tengah dilakukan pendataan dan proses pengaduan dari para nasabah SGB yang merasa dirugikan. Karena penyidikan bisa dilakukan, setelah adanya pengaduan secara resmi dari nasabah. *pur

BAGIKAN