Wujudkan Tabanan Aman dan Produktif, GTPP Libatkan OPD Cek Prokes di Pasar  

Mewujudkan tatanan kehidupan Bali era baru yang di Kabupaten Tabanan disebut dengan Tabanan Aman dan Produktif dari pandemi Covid-19,

Tabanan (bisnisbali.com) –Mewujudkan tatanan kehidupan Bali era baru yang di Kabupaten Tabanan disebut dengan Tabanan Aman dan Produktif dari pandemi Covid-19, pemerintah setempat melalui Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) Covid-19 terus berupaya melakukan pendisiplinan penerapan protokol kesehatan di seluruh sektor. Salah satunya dilakukan dengan melibatkan seluruh OPD di Kabupaten Tabanan guna lakukan pengawasan terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) sudah dijalankan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tabanan, A.A. Gd Dalem Trisna Ngurah seijin Sekda Tabanan (Ketua GTPP Covid Tabanan) I Gede Susila, Selasa (4/8) mengungkapkan, pengecekan prokes terus dilakukan. Pengecekan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan tidak hanya menyasar perdagangan di pasar, sektor pendidikan maupun pariwisata saja melainkan Tabanan secara menyeluruh. Imbuhnya, bahkan kini kegiatan pengecekan prokes untuk di pasar tradisional maupun pasar milik desa adat dan desa dinas di tiap kecamatan di Kabupaten Tabanan yang digelar serentak kemarin juga melibatkan perwakilan dari seluruh bagian atau OPD yang ada di jajaran Pemkab Tabanan dengan rata-rata per bagian atau OPD diwakili oleh 2 sampai 3 orang.

“Nantinya kami harapkan agar masyarakat akan terbiasa menjalankan prokes Covid-19 dengan baik dan benar dalam adaptasi kebiasaan baru menuju Tabanan Aman dan Produktif,” tuturnya.

Jelas mantan Kadis Koperasi dan UKM ini, nantinya hasil chek list dari tiap OPD yang turun ke pasar ini akan dikumpulkan dan di list kembali. Katanya, jika ada yang belum maksimal pelaksanaan prokesnya, nanti OPD leading sektor yang akan turun menindaklanjuti seperti dilakukan pembinaan kembali.

Sambungnya, setelah pengecekan prokes di pasar ini, nantinya untuk bidang pendidikan sesuai dengan hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan rencananya akan dilakukan pengawasan sistem silang. Misalnya, perwakilan dari SMPN 1 Tabanan akan mengawasi pelaksanaan prokes yang ada di SMPN 2  Tabanan, dan begitu seterusnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan I Gusti Nyoman Arya Wardana mengatakan, untuk pasar yang dicek prokesnya untuk pasar yang dikelola oleh pemerintah daerah termasuk pasar senggol mencapai 13 pasar, dan untuk pasar adat dan pasar dinas di bawah naungan DPMD ada 20 pasar.

“Semuanya serentak dicek hari ini (kemarin,red), para perwakilan bagian dan OPD sudah diberikan check list-nya untuk bahan laporan yang nantinya dikumpulkan ke Gugus Tugas untuk dievaluasi,” terangnya.

Paparnya, check list tersebut di antaranya terkait penyemprotan disinfektan yang dilakukan setiap hari, penyediaan fasilitas cuci tangan, pemakaian masker. Selain itu adalah, pengecekan suhu tubuh, dan ketentuan untuk jaga jarak. *adv/man

BAGIKAN