’’Work From Bali” Harus Didukung Disiplin Prokes

Guna membantu pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Pulau Dewata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengajak para pengusaha dan kalangan profesional bekerja dari Bali.

MASKER - Satgas Gotong Royong Desa Adat Buleleng melancarkan operasi taat masker, Sabtu (30/1) lalu.

Denpasar (bisnisbali.com) – Guna membantu pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Pulau Dewata, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengajak para pengusaha dan kalangan profesional bekerja dari Bali. Meskipun bekerja dari Bali, Menparekraf mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara disiplin agar bisa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas.

“Hari pertama saya berkantor di Bali sudah ada beberapa kegiatan yang saya lakukan dan sangat efisien sejak pagi. Namun penerapan protokol kesehatan 3M harus diterapkan secara ketat dan disiplin,” katanya.

Ia mengungkapkan, salah satu alasannya bekerja di Pulau Dewata adalah untuk mendengar langsung dan memberi motivasi kepada para pelaku parekraf agar tetap semangat dan dapat kembali bangkit pascapandemi Covid-19. Sesuai informasi tertulis, work from Bali diharapkan dapat membantu membangkitkan perekonomian Bali yang terdampak akibat pandemi. Terlebih sebanyak 80 persen masyarakat Bali bergantung dari sektor parekraf.

“Saya mengajak kalangan pengusaha dan para profesional mulai mempertimbangkan untuk bekerja dari Bali. Karena ada dua fungsi, yang pertama kita bisa lebih efisien dan bisa menikmati keindahan alam Bali, juga kita membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali,” ujarnya.

Menparekraf Sandiaga juga sudah berkoordinasi dengan Pemprov Bali untuk menyiapkan paket-paket work from Bali atau study from Bali yang akan dipasarkan dalam waktu dekat. Para ekspatriat baik yang ada di Jakarta atau wilayah lainnya, akan ditawarkan paket-paket bekerja dari Bali. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

Seperti diketahui, sektor ekonomi di Bali terguncang akibat pandemi. Pada kuartal ke 3 tahun 2020 bahkan minus 12 persen.*dik

BAGIKAN