WNA Wajib Tes PCR dan Karantina

Rencana pembukaan pintu pariwisata Bali harus tetap dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat sesuai SE Satgas Covid-19 Nomor 8 Tahun 2021.

RAKOR – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo dan Gubernur Bali Wayan Koster saat Rakor Penanganan Covid-19 Wilayah Bali di Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (1/4).

Denpasar (bisnisbali.com)Rencana pembukaan pintu pariwisata Bali harus tetap dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat sesuai SE Satgas Covid-19 Nomor 8 Tahun 2021. Warga negara asing (WNA) yang datang ke Bali wajib mengikuti tes PCR dua kali dan menjalani karantina selama lima hari.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional Letjen TNI Doni Monardo dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Covid-19 di Wilayah Bali di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jaya Sabha, Denpasar, Kamis (1/4) lalu. Menurutnya, Bali merupakan suatu etalase bagi Indonesia di mata dunia. Baik buruknya penanganan Covid-19 di Bali akan sangat berdampak kepada pamor Indonesia di mata dunia internasional. “Arahan Bapak Presiden jelas, Bali harus dijadikan prioritas utama dalam penanganan Covid-19. (Pemerintah- red) Pusat dari awal sudah komitmen tentang hal itu,” ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman selama ini, WNA belum bisa dikatakan sepenuhnya disiplin dalam prokes sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut.  Terlebih belakangan muncul strain baru Covid-19 yang membuat beberapa negara kembali melakukan lockdown. “Untuk itu, kita ingin penanganan pelaku perjalanan terutama WNA di Bali bisa dilaksanakan secara terintegrasi, dengan membentuk satuan tugas khusus yang menangani kekarantinaan,” jelasnya.

WNA yang datang ke Bali, lanjut Doni, harus dipastikan bebas Covid-19 dengan diagnostik yang memadai. Kalau kita biarkan dan prokes-nya dikendurkan, pasti akan terjadi kenaikan kasus. Meski WNA atau PMI sudah membawa surat hasil keterangan negatif Covid-19 dari negara asal, tidak menjamin mereka terbebas dari infeksi virus Corona. Ada beberapa repatriasi ditemukan positif Covid saat dilakukan pemeriksaan swab kedua atau pada hari kelima pelaksanaan karantina.

Dipaparkannya, repatriasi yang positif Covid per 28 Desember 2020 hingga 31 Maret 2021 berjumlah 2.102 orang. Rinciannya, 1.444 orang positif pada swab pertama dan 658 orang di swab kedua. “Setelah dikarantina 5 x 24 jam, swab kedua, apa yang terjadi? Sebanyak 658 orang positif Covid. Pertanyaannya, di mana bisa kena? Bisa jadi saat keberangkatan belum terinfeksi atau terpaparnya di dalam pesawat,” ucap Doni seraya menyebut pihaknya juga menemukan banyak WNA yang positif Covid meski sudah membawa surat hasil negatif PCR dari negara asalnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, ada sanksi tegas kepada WNA yang melanggar prokes yaitu denda Rp 1 juta hingga deportasi. Diungkapkannya, saat ini masyarakat makin disiplin melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dan menerapkan 6M.  Ditambah lagi pengawasan lapangan yang senantiasa dilaksanakan Satpol PP, TNI dan Polri.

Pria kelahiran Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng ini menambahkan, percepatan vaksinasi terus dilaksanakan secara masif di Bali dengan target 70 persen penduduk atau setara 3 juta orang. Lebih dari 580 ribu orang telah divaksinasi, 380 ribu di antaranya mendapatkan vaksinasi pertama. Vaksinasi dilaksanakan  dengan sasaran prioritas dan khusus yakni zona hijau Ubud, Nusa Dua dan Sanur. Vaksinasi juga dilakukan secara linear di fasilitas-fasilitas kesehatan dibantu vaksinator TNI/Polri. “Target kami pelaksanaan vaksinasi di kawasan hijau selesai Juni 2021 dan kawasan lain menunggu kedatangan vaksin dari pusat,” pungkasnya. *wid

BAGIKAN